Pages

02 October 2012

Mindset

Setiap manusia punya pola pikirnya masing-masing. Mindset adalah sebuah kerangka berpikir dari seseorang atau bahkan mungkin satu kelompok yang mengatur perilaku, tata cara ini-itu dan lainnya. Saya sendiri baru baca buku teman saya, penulisnya Carol S. Dweck, PH.D dengan judul “Mindset”.

Di bukunya saya belajar banyak hal, yang paling penting ternyata kita selama ini selalu membatasi diri kita sendiri dengan batasan yang sebenarnya gak ada. Semuanya cuma pemikiran. Mindset dibagi menjadi dua menurut dia, yaitu mindset tetap dan mindset berkembang. Mindset tetap ini misanyla seperti orang yang udah dijudge oleh orang lain bahwa dia gak akan bisa bermain bola, maka dia ga akan berusaha. Atau ada orang yang dibilang oleh orang lain bahwa dia jago banget bermain bola, nah si orang itu senang dengan pujian dan akhirnya dia bermain bola terus dan gak mencoba hal-hal lain karena menurutnya dengan bermain bola dia akan selalu dipuja sedangkan jika dia mencoba hal lain dan gagal maka reputasinya bisa hancur.
Hal ini berbeda kalau dia menggunakan mindset berkembang. Mungkin si orang yang udah dijudge bahwa dia gak akan main bola ini tetap akan terus berusaha walaupun didepannya akan ada banyak kegagalan den cemoohan orang, dia percaya bahwa bisa itu karena biasa bukan karena bakat alami.

Beberapa minggu yang lalu gue ke daerah pantai Sawarna, disana saat malam hari gue mengobrol dengan pemilik warung. Si ibu pemilik warung ini memiliki 2 anak cewek, yang satu duduk di bangku SMA dan yang satunya lagi masih SMP. Dia bilang dalam bahasa Sunda, “Ya mau gimana lagi A, kita itu orang kampung. Beda dengan orang kota, disini udah bisa sekolah sajah sudah cukup.” Dia terus-terusan merendahkan diri dan anak-anaknya sendiri dengan membandingkannya dengan orang kota. Yang bikin saya kasian (dan juga kesal) adalah menamkan pemikiran yang aneh kepada anak ceweknya, “Yang penting buat anak gadis mah cari suami. Suami yang mapan, punya motor atau mobil sama rumah.”. Entah bercanda atau beneran, ternyata kedua anak gadisnya ini sudah memiliki “kekasih”, yang satu bersama om-om mapan sedangkan yang SMP hanya memiliki kekasih yang menurut ibunya gak punya modal besar.

Ah, sebal sendiri saya mendengarnya. Daripada nanti saya dianggap mengganggu akhinya saya tinggal mereka tidur. Saya sebal sama orang-orang yang kaya begini. Lagi-lagi membatasi dirinya sendiri.
Saya juga paling sebal sama orang yang suka nge-judge orang lain. Beberapa orang yang saya kenal banyak yang seperti ini. Misalnya saat kita melakukan satu kesalahan dia akan bilang “Ah udah lah lo gak akan bisa”, atau “Ah lo mah plin-plan orangnya!”. Padahal, kita ini plin-plan saat itu sajah, atau kita gak bisa karena saat itu ya saat pertama kali kita mencoba. Saya sendiripun bisa jadi secara gak sadar melakukan apa yang mereka lakukan itu, nah maka dari itu sekarang saya lagi mencoba menjadi manusia yang lebih baik.
Dengan mengembangkan mindset sendiri.

No comments:

Post a Comment