06 November 2013

Daily Post: 18bc and 24a

Sesuai yang dijanjikan pas project 30 Daily Post, kalau gue kelewatan sehari, hukumannya adalah membuat 3 iklan apapun dengan brief random. Tujuannya ya biar skill menulis gue ini meningkat, atau minimal ya ada kemajuan walaupun minim. Gue 2 hari kelewat (hari ke 18 dan 24), tapi baru bikin 4. Sisa dua, belum kekejar karena ngurusin ini-itu-ini-itu-si ini-si itu-si anu-anunya si itu-itunya si anu-blahblah. Karena di sini warnanya jadi berubah, mungkin bisa dicek di kreavi.




05 November 2013

Bungsu Bangsat

Maaf judulnya rada kasar. Tapi setelah baca ini, mungkin kalian semua bakalan ngertiin dikit.

Alkisah gigi-gigi gue hidup dengan tentram di mulut. Gue urus mereka layaknya ibu mengurus anak-anaknya: tiap pagi gue mandiin, nyikatin dengan halus, saat malam tak lupa juga gue sikatin biar bisa bobo cantik. Belum lagi kalau gue makan, gue sisain mereka dikit-dikit. Sampai suatu ketika lahirlah seorang anak yang tak direncanakan, sebut saja si gigi bungsu (nama disamarkan untuk menghindari menyinggung beberapa pihak).

Gigi bungsu ini gak ada lucu-lucunya. Doi gak lahir dengan imut wajah manis kaya bayi lainnya yang saking manisnya bikin gemeteran buat meluk, takut pecah. Si gigi bungsu ini lahir tanpa tanda-tanda, langsung nongol aja gitu. Kelahiran dia, bikin gigi-gigi lain yang tadinya tentram damai laksana negeri dongeng mendadak kesakitan dan bertingkah aneh kayak zombie.

Sekarang gigi gue yang lain berantem melulu. Cemburu sih kayaknya, tapi bingung juga kenapa cemburu. Karena gue sama sekali gak sayang dengan gigi bungsu si anak haram ini. Gue malah gak yakin kalau dia anak gue, atau sebenernya dia ini akibat dari salah pilih program KB? Gak tau juga apakah karena gue gak minum susu kehamilan yang membuat doi jadi bertingkah aneh dan nularin kezombiannya ini ke gigi-gigi gue yang baik hati.

Sayangnya buat kalian yang juga kedapetan gigi bungsu ini, birokrasi buat ngusir doi rada ribet. Nakutin juga sih karena gue baca-baca kalau mau nyabutin si bungsu bangsat ini harus mastiin gak akan ngaruh ke syaraf yang lain. Malah di luar sono ada yang ko'it. Ah, gue harus banyak baca-baca lagi tentang cara mendepak si tengik ini.

Minimal, si gigi bungsu udah gak terlalu bikin ulah sekarang. Tapi gue tetep gak mau nyium keningnya sebelum bobo kaya gigi yang lain.

04 November 2013

Pangkas Rambut


Saya bukan termasuk orang yang ketat banget buat milih tempat pangkas rambut, kadang saya milih tempat yang emang lagi gak terlalu rame aja. Atau sekalian lagi sepi banget.

Yang paling saya suka dari cukur-mencukur sebenarnya bukan hasilnya aja sih, tapi seringkali mengobrol dengan tukang cukur itu jadi bikin punya verita sendiri. Apalagi dulu saya selalu mencukur di rumah, dengan tukang cukur langganan keluarga yang dipanggil untuk datang setiap waktu tertentu. Alhasil ketemunya itu lagi, itu lagi.

Waktu saya traveling ke Semarang misalnya, saya mengobrol dengan tukang cukur yang lagi asyik berkutat dengan rambut saya. Dia bercerita tentang daerahnya dulu yang penuh dengan orang-orang berjualan yang kini justru sepi. Yang paling saya ingat, dia bercerita tentang penjual nasi ayam yang tidak bisa menghitung tapi sekali kamu ke sana, porsi yang kamu dapet bener-bener jumbo. Sang pedagang cuma menghitung menggunakan perasaan, toh dia juga seringkali tidak melihat. Entah karena porsinya, atau karena ketidak mampuannya, usahanya laku keras. Orang-orang yang datang ke sana pun berbadan tambun, mau orang dewasa atau anak kecil. Kalau pun gak berbadan tambun, sisa makanannya masih bisa dibungkus untuk disantap lain waktu.

Ada juga tukang cukur yang pernah iri dengan rambut saya. Dia ingin sekali punya rambut keriting karena katanya sih lebih artistik aja. Dia juga menyarankan hal-hal yang aneh, yaitu untuk "men-creambath" rambut saya dengan tinja kerbau. Di kampungnya orang-orang sering menggunakan feses binatang sawah itu untuk ke rambut agar tampak indah. Hahaha saya sih iyain aja, tapi gak janji akan mengikuti saran dia.

Kalau foto di atas, itu tempat pangkas rambut saya tadi. Entah kenapa, uang datang tadi pagi didominasi oleh orang-orang tua. Kakek-kakek sporty yang baru pulang dari jogging keliling komplek. Mereka sepertinya udah langganan sih, karena akrab sekali dan bahkan tidak perlu memberi arahan rambutnya yang abu-abu ingin diapakan.

Tempat pangkas rambut yang merakyat emang punya ciri khas sendiri sih. Beda sama di mall-mall. Yang entah karena capek atau apa, gak seseru diajak ngobrol dengan tukang pangkas rambut di pinggir jalan. Biasanya ya ngibrolin artis atau entah siapa ke rekan kerjanya.

Sayangnya saya belum pernah cukur di aatu tempat/jenis yang saya pengen: di bawah pohon. Tukang cukur di bawah pohon pasti punya keunikan sendiri, selain suasananya, saya pengen tau dia akan bercerita tentang apa.

21 October 2013

Nobody Understands You


Not everybody can understand you. Or worse, nobody understands you. Whatever you try to tell them, how softly you speak, they just won't understand. Or worse, they won't listen. We live in a world when people love to share. Share what they want to: how cool their vacation, how tasty their breakfast, how outgoing they are with hanging out to some cool places. Everybody loves to share about their happiness. Or worse, share about how drama their life. And it's going around and around.

Life's not cool. Admit it. I don't say that life is sucks too. Life just the way it is. You could run with a smile painted on your face and the next hours you cry. It's ok to cry, we're human not a machine. Everybody arounds me changing, the way I'm changing too. We can't blame anyone about anything. It's just life the way it is.

I grown up with some thoughts in my mind. Like how I want in my entire life. One of them is : I want to be friends with everybody around the world. Literally everybody. Yes it could be the president, the first woman who stepping in a new land outerspace, and you. Yes I have some friends to laugh with, changes every year, in a different places, come and go. I want to do something they wanted me to do. Being jerks, being smart with read similiar articles on the internet, cool enough with using slang words et cetera.

But I realize that I can't hang on them. Any of them. Even my family. People change, they move. How can I hang on something that move? My friend once said to me "Friends are come and go. You might be afraid to loose your friends. But you will. It hurts. And you have to believe to that friends made by your step. Whenever you go you'll always meet some people then become friends." As a emotional person it sounds like an offensive talk. But it still ticking in my mind, try to remind me about it. The conclusion is: I'm agree.

So when you think that friends around you just don't give some positive energy around you: CHECK. It should be an alarm to tell you that something's wrong. It could be them, or you. I don't want to be a motivator 'cause I'm still love to kick some jerks. Remember what I said before: not everybody can understand you. They're not your foe just because they don't have a concern to listen. Sometimes you just have to change your perspective. But how you can change your perspective if you spend your day trying to be what they wanted you to be? You're not a sheep, even if you're a sheep you should not follow the path they are going. We're all have our own way. Or best.

I love the photo above. Represents how I feel this recent weeks. I'm trying to let the way they are. Accept everything. Then change. There is something worse than having no friends who listen to you: being unable to listen yourself.

Photo from http://www.ignant.de/2011/10/18/bernhard-lang/

09 October 2013

Daily Post 30 : Dispenser, Terakhir

Gak pernah ada orang yang bilang terima kasih ke saya. Siapa coba yang bisa membuat mereka menyeduh kopi pagi-pagi sebelum ke kantor, ke sekolah atau ke manapun mereka sibuk? Seperti harus membelah diri, saya harus siap sedia mengucuri air dingin dan air panas di waktu bersamaan. Bahkan saya harus diam, bertengger dekat-dekat colokan listrik. Kadang saya kepengen keluar, ikut mereka. Iya sih, badan saya kegedean buat masuk ke tas mereka. Ah, orang emang cuma mau enaknya aja.

Ini akhir cerita dari Daily Writing, tepat tiga puluh walaupun kurang satu. Pengennya sih ada pesta, ah tapi siapa yang mau bikin pesta buat dispenser kaya saya? Galon habis saja mereka telpon minta bantuan orang lain buat ngurusin saya, gimana mau pesta. Saya pernah ketemu gelas-gelas pesta, betapa asyiknya mereka dituangi aneka minuman beragam rasa. Mereka asyik sendiri bahkan kadang menertawai saya.

Saya berharap bisa memberikan air panas selalu tanpa harus berpura-pura dingin. Pesta kecil cukup dengan secangkir kopi.

08 October 2013

Daily Post 29 : Lambat

Kenapa kalau lagi buru-buru semua orang bergerak lambat? Supir angkot ngetem dulu, mobil di depan gak mau ngasih jalan, polisi tiba-tiba nyuruh lajur lain maju padahal lampu baru aja hijau, lampu merah tiba-tiba jadi 99999999 detik lagi. Kenapa kalau lagi buru-buru ada aja yang memperlambat? Kunci motor ada di saku celana yang lagi direndem di ember cucian, kaos kaki cuma satu, kunci kosan dipinjem temen tapi belum dibalikin. Ebusyet dah. Ada aja yang ngelambatin hidup. Satu hal yang gak mungkin di dunia ini mungkin ya bahagia dengan ke-buru-buruan ini. Mana ada orang buru-buru bahagia, buru-buru ketawa, buru-buru nyantai. Hidup gak pernah simpel bos.

Jangan sampai gue ngehina internet yang lambatnya tingkat dewa ini.

07 October 2013

Daily Post 28 : Workspace


When my first year as a VCD student I usually   work with so many things surround my desk: ink, more than ten pencils, drawing pens, cables, and  so many other. My desk is cluttered as I feel I more feeling as an artist if I get everything messed up. My friends are the same, even most of them upload it to the social media and instagram.

So now I'm tired. I packed all of clutters to some boxes, store it out of my room. I don't need that much of drawing pen lately, yet I'm still drawing. Some headset, cables-that-the-device-itself-had-gone, unused or wrecked papers, some test from last semester and any other clutters. You name it.

It's clean right now. Less distracted, I feel empty in a good way I can fill myself with any positive things. Even I less spending time on the internet specially in browse mu newsfeed on facebook, read some random 140 character of thoughts on twitter and so many then. I'm still want to being less, even I have a plan to sell my phone and bought a dumbest one.

06 October 2013

Daily Post 27 : Every Little Thing



"Every little thing that you’ve gotta have
That you’ve got to reach for and you’ve got to grab
Oh, I bet that you’d be fine without it"


This song by Peter Doran is one of my favourite song on my October playlist. Has a simple lyric but so deep. I feel connected with this song, when I surrounded by everything I wanted but lack of what I really need. Life is simple yet complicated so why don't release every little thing that has no value to yourself? I know this song from theminimalist.com

Daily Post 18a : BERANI BERKUMIS

As I promised to punish myself through made some absurd copy ads, I made it. It's one of them, I wrote about selling a "Penumbuh Kumis" to "anak gaul".


05 October 2013

Daily Post 26 : Resep Snacks Kere

Liatnya biasa aja. Keliatannya emang gak sekeren foto makanan kaya di instagram. Ah, bokek kok maunya yang bagus-bagus.

Kalau lagi bokek, tapi kebutuhan ngemil tetep gak bisa ditoleransi, gue punya solusi. Bermula dari sejak SD dulu, di mana ada penjual yang ngejual jajanan renyah yaitu mie yang digoreng (literally), bikin gue jadi mikir. "Ini kan Indomie?" ah, dengan otak anak SD gue kagum sama penjual yang kreatif tapi sialan itu. "Kan bisa bikin di rumah?" merasa rugi ngabisin duit jajan buat begituan akhirnya gue pun nyobain. Lagian kalau di rumah gratis kok.

Bahan-bahannya sederhana:
- 1pcs Indomie, atau sebenernya mie instan apapun sih.
- 1sdm Minyak goreng, minyak jaitun atau mentega secukupnya.

Peralatannya:
- Teflon atau katel.
- Spatula
- Kompor.

Cara memasak:
- Siapkan katel/teflon di atas kompor dengan sumbu api kecil.
- Tuang minyak/mentega.
- Remas Indomie selagi masih di bungkusnya.
- Setelah cukup panas, tuang Indomie ke dalam teflon.
- Aduk hingga cokelat merata.
- Sambil menunggu, tuang bumbu (kecuali minyaknya) ke dalam piring atau mangkuk.
- Setelah mie kekuning cokelatan, siapkan ke atas piring.
- Indomie goreng renyah krenyes crispy siap dihidangkan!
- Nikmati selagi hangat.

Simpel sih, gak perlu diginiin juga sebenernya. Gak perlu juga nyari tutorial di Youtube atau sok-sokan di Vimeo. Tapi ya gitu, rasanya enak. Apalagi kalau lagi ngemil tapi males ke luar rumah atau kosan. Atau, di tempat kamu gak ada Alfamart/Indomaret, atau ada tapi gak 24 jam. Kasian banget. Ya udah lah, santai aja toh masih bisa ngemil.

Buat yang hardcore gak perlu sampai di masak sebenernya. Biarin aja apa adanya. Langsung kremes Indomie kamu terus tambahin bumbunya deh. Di sini senang, di sana senang. Gak ada yang salah kok, semua orang punya jalan hidupnya masing-masing.

Cemilan ini cocok untuk: saat kamu santai sendirian sambil ngeteh, lagi liburan, pesta ulang tahun, dan ya, lagi gak punya duit.

04 October 2013

Daily Post 25 : My Random Ideas

Yesterday I made a mistake again for the 2nd time. I’m not write anything. So I really sorry about that even I have a reason.

Yes I will punsih myself next time.

So today I want to write about “RANDOM IDEAS”

Random Ideas is a tool when I have no ideas to write. Is made with a tiny wrecked paper with some words on it. There are usually 3 words in one paper “Noun” + “Verb” + “Noun” which I write randomly without seeing it. It’s a simple tool yet absurd. Remember when I write about a desktop computer who envy a pen’s life?

Next week, starting by today I want to be less distracted by the internet. I realize that internet is a tool. I want to use it wisely like for uploading my college task, get in touch with some friends we have projects together and et cetera. Even on my phone I uninstalled some apps I think they don’t give me a value, or not important anymore. I feel great. “LESS IS MORE” uhm, wait “less is more” is more appropriate.

02 October 2013

Daily Post 23 : Boker to Bring Happiness

Seburuk-buruknya beban yang ada di pundak lu sekarang ini, jangan pernah ngelupain satu hal. Enggak, gue gak akan bilang "Semuanya akan menjadi lebih baik" atau "Ada seseorang yang mendukungmu". Nyatanya sih temen-temen lu ninggalin lu kalau hidup lagi gelap-gelapnya, semuanya jadi tambah buruk bos. Tapi jangan ngelupain satu kenikmatan yang tiada tara : boker.

Boker adalah suatu kegiatan ketika kita mengeluarkan feses, atau sisa-sisa proses pencernaan yang dikeluarkan melalui anus. Sebelum boker, tubuh akan mengirim sinyal kepada perut kita yang dikenal oleh masyarakat luas dengan nama "mules". Mules dan boker ibarat hidup. Mules ibarat beban hidup yang ditampung oleh kita semua, dan boker adalah masa-masa bahagia.

Boker adalah salah satu waktu kebahagiaan buat gue, dan kalian. Lu bisa boker saat masa apapun. Saat lagi bete kartu ATM nyangkut di mesin yang lemoooootnya stadium sepuluh (ini baru aja kejadian sama gue), atau lagi gak bisa ngelupain orang, lu tetep bisa boker! Indah banget ya hidup. Ngeluarin tai-tai kehidupan itu nikmatnya gak bisa diganti. Gue ngebayangin, kalau R.Kelly bikin lagu "I Believe I Can Fly" ini sambil boker di pispot jongkok, dengan tai-tai keras nyemplung satu-persatu. Eh, gue gak tau yang bikin tuh lagu doi apa bukan.

Udah sih itu doang, boker emang gak bisa diungkapin dengan kata-kata. Belum ketemu metode apa yang tepat. Mungkin nanti ada buku "How to Write About "Boker" for Dummies", atau "Boker Copywriting that Sells".

Nungguin mules dateng dulu ah.

01 October 2013

Daily Post 22 : Minimalism Project


I'm currently reading a book "Minimalism : Living a Meaningful Life" and I want to make a progress with it. I find that my life has so many clutters which make me slower. So I just want to feel free, with being less. So this is my another project for at least this week. We will see for the next.

- Write a surreal copy ads (i.e sell a moustache, an used sandal jepit to CEO - et cetera)
- Stop eating meats (dairy products still allowed). Then notice the differences.
- Reduce smoking. Maximum 4 a day (Morning, noon, Night and stress-time)
- No twitter and facebook except for uploading a task.
- No coffee and tea allowed. Drink a pure water, hydrate your fucking body.
- Unsubscribe internet service on phone (you won't die, the air still free to breath)
- Send 5 postcards (your friends abroad and the rest for strangers)
- Set a schedule to connect to the internet. 8pm is a appropriate time.
- Spend less than 15 thousands rupiahs a day. (Learn to say no when friends invite you)
- Finish "Minimalism" book. (Please, it's less than 1.000 pages.)
- Dance a lot. Listen to new music, dubstep, dangdut koplo, any music you're not familiar.
- Exercise for public speaking. Put random things around you, present it both in english and bahasa.
- Sell, donate or trash your unused belongings. Drained pen, finished books (please, they won't get hurt as the others will keep it) even on your macbook.
- Talk to your old friends. Chat, ask what they're doing right now, make a small reunion party such a good idea tough.
- Finish 30 Days of Daily Writing project. Make a party after it.
- Go to a new cafe. But do not ever dare to ask a coffee or a wifi password!

PUNISHMENT
- Write one copy ads per how much you did. Pick one from your "Random Ideas Bank", and finish it that day you make it.

30 September 2013

Daily Post 21 : Biarkan

Kertas putih memiliki pertanyaan,
didiamkan dibawah kabel-kabel menjuntai.
Buku-buku selesai dibaca,
dibiarkan menginap di dalam kardus, bawah meja, dan yang beruntung, dibiarkan memamerkan diri di rak buku.
Dua dari tiga batang rokok selesai dihisap, asapnya tak ada kabar pergi ke mana.
Air putih puas terkurung dalam botol, tidak mendidih tak pula dingin.
Mata sayu menatapi layar, jari-jemari menjadi wakil dari pikirian.
YA, saya sedang menulis.

29 September 2013

Daily Post 20 : Grateful

I'm totally blessed. That's what I (wishfully) feel for everysecond in my life. Yeah but sometime I don't.

I just made a vision board. This one is a version for my phone wallpaper. My teacher and some authors about kinda like "How to Get What You Want" said that if you really want something, make it visible everyday. You'll remember it. I believe it. I had made once and somehow it's just happen.

So I don't want to give so many details about this my recent vision board. I'm not feeling right to write  it on my blog right now.

I always have so many plans for my future. Yet sometimes I just want to stop thinking and let eveything whatever it leads me. There is a time when I just want to take a rest to breath. It was like running. So I just stop running. Life sometime is like a treadmill, no matter how faster you run you won't move to anywhere. It just give you some numerical on the screen about how speed and how much calories you burned. Forget about the abs.

I don't want to running again. I'm not as ruthless than me-in-past-years. I have to think logically, but still keeping my children soul inside. I love playing. I love dreaming. I just stop running, I want to walk. I want everything catched in every sense I have. I want to be more aware for everything in my life.

I crave for the details.

28 September 2013

Daily Post 19 : EyeNance

So yesterday was the first time I'm not doing this daily writing project. And I feel sorry about that, to myself. I have to make a punishment, and I already thinking of it. I don't want to push myself too hard, yet still having to give me a punishment. It should be not so dumb, but still fun to do yet still something I can learn from.


Honestly, I feel not as enthusisastic then I did before. But it's my promise I made, so I have to finish it.  Maybe it's just because I'm lack of sleep lately, even some pills can't help. But hey, who says it can't be more fun?



So I challenge myself to take my "random ideas" which gave me : "Kaca Mata dan Parfum!"


Segarnya Melindungi Hari Anda

Ya, tidak semua orang memiliki wangi yang bisa ditoleransi hidung Anda. Sayangnya, Anda tidak bisa mengubah mereka. Atau, memberi parfum secara tiba-tiba kepada mereka. Nanti tersinggung.

Daripada membuat orang lain tersinggung, kenapa tak mengubah diri kita sendiri?
Manjakan hidung Anda dengan memanjakan mata Anda juga. Kami mengerti hidung dan mata memiliki relasi yang sangat dekat. Jadi, lindungi mata Anda dengan kacamata pertama di dunia yang memiliki parfum yang dapat menangkal segala bau yang menyerang hidung Anda. Didesain khusus oleh ahli dari Italia, Jepang, Amerika dan seluruh ahli di seluruh dunia untuk menelurkan produk yang di tiap negara dirancang secara khusus.

Dapatkan EyeNance, kacamata yang tak hanya mengindahkan tapi juga membuat hari Anda lebih menyegarkan. Hubungi 085-7221-XXXXX untuk tawaran yang menarik!


I found what punishment I should do! So the punishment for my first (and hopefully the last) is writing 3 copy ads:

- Jualan Kumis ke anak remaja yang bersih, suka ke mall, sering cukuran.
- Jual gergaji ke CEO.
- Kursus bahasa Mandarin ke orang Islam fundamental.

26 September 2013

Daily Post 17 : Sorry

I just realize that I haven't pass this project yet. But yesterday when I was working on some college task I thought that I just broke my promise to myself. The best thing is...I still wrote it. Below is my writing yesterday.

This is the latest post I've ever written. And I'm feel so sorry about this. This is my fault, and I should have a punishment. I don't know what kind of punishment I should have. I DON'T EVEN EXPECT THAT I WILL PASS IT, SO I'M NOT PREPARING FOR IT. Yeah, even the worst man in the world who killed one hundred people had forgiven from god. So please forgive me for this. And this is weird when I ask sorry to myself. Am I crazy?

I hope no.

So, lets start writing again.


So I grab a random ideas again, and I found "PEN, COMPUTER, ENEMIES". Hmmm....maybe they are enemies? Or pen had fallen in love with computer, but the computer cheated on him/her? Or it could be about a pen who envy to the computer, or otherwise?

The last one, I choose.

I HATE YOU PEN.

How could be so free? You don't even need electricity to live. I'm envy you. For real. And I don't know how to say it to you. Is it just me or love and hate are the same thing? It's just have a different direction might be. North and south. I want to be like you who can going outside, know how it feels to hear the birds singing, hugged in a palm, know how the blood pressure feels like. Fuck you.

I'm stuck in the room with so many question that I only will be answered if I experience by myself. Have I told about the people? They will kick on the ass, literally when I getting so slow. They will replace me with the new one when I'm outdated.

Can I shrinked? Be so small, thin like you?

Can I?

Someone, please turn off me.

25 September 2013

Daily Post 16 : ITALIA

Kamus         : Kamu, udah lama juga?

Travel book : Iya, liat deh sampe debuan kaya begini.

Kamus         : Ah, itu orang emang udah males sih!

Travel book : Dia main sama kita pas di awal-awal aja. Sekarang udah enggak, sebel emang!

Kamus         : Kamu mending, udah biasa dianggurin di toko buku. Kamu kan second!

Travel book : Hei, tapi dia milih aku niat banget. Sampe nyari di internet. Dia juga jadi tau kafe tempat
                      aku dulu tinggal. Dia suka banget kafe itu sampe sekarang. Lah kamu?

Kamus         : Biarin dong! Yang penting aku masih baru. Biarpun dia beli aku karena kebetulan lagi    
                      liat aja.

Travel book : Iya deeh iya. Tapi kenapa ya dia gak pernah main sama kita? Gak seantusias dulu.

Kamus         : Bener banget. Kecewa sekali sama dia. Mungkin dia gak mau lagi ke Italia.


Italia, Italia, Italia. Sebuah nama, yang kalau disebut bikin gue jadi deg-degan. Ibarat dipanggil. Percakapan di atas adalah percakapan dua buku, yang mewakili beberapa buku lain mengenai Italia yang gue punya. Gue suka Italia. Gue pengen ke sana. Sayangnya gue lupa buat belajar bahasanya. Terlalu sibuk sama hidup yang kata orang sih kaya tai, kadang-kadang. Terlalu melankolis kaya kerupuk kena air; melempem. Membuat gue merasa kaya manusia pada umumnya. Manusia-manusia yang akan mati tanpa satu pun mimpi yang kecapai. Lebih bermanfaat jadi pispot nampungin tai-tai orang. Malesnya gue ini bisa gak ya disembuhin? Jadi, mulai sekarang harus mulai latihan lagi buat belajar bahasa Italia. Niat gue adalah sebelum berumur 24, gue udah harus ada di sana.

Italia, Italia, Italia!

Sei pazzo?

24 September 2013

Daily Post 15 : Blah Blah Blah Blah!

I've been some kind of trouble sleeping since 7 years old. I don't know why, maybe because I still having lot of energies I haven't used so I have to spend it 'till my body feels tired then my brain will shutting down the system. Then sleep well, have a real "good morning" like the happy people, get some tea to warming up the body et cetera.

I barely bought some pills to helping me getting sleep at the right time. It's the herbal one, I'm kind of afraid if I'm consume the chemicals. I don't want to ended up like Heath Ledger! I used one pill, and I found it's not working for me. So tonight I will spend like 2 pills (or maybe 3?). Hmmm... maybe some books gonna help. A boring one. Crap books with boring things inside in every word.

But maybe having kind of trouble sleeping is a gift. At midnight there are less distraction who always makes my angry-mode turned on. I wrote 2 stories in just two days! These are for the competition. I'm not put a high expectation that I will be the winner but at least I kicked my own ass to write.

Aaaaand, I don't believe that I have finished half way of my Daily Post project. It helps me to making a good habit to writing everyday about anything. Let's see what come next.

FYI, have you hear some Booooooom remix? They (err,or maybe he, Jeff Hamada the owner of Booooooom site) really made a good summer remix. But we don't have it here, yet we still can feel it. Try the newest one: Egypt BBQ. Click here to download.


23 September 2013

Daily Post 14 : 7 Good Morning Questions that Create Happiness


Waste my morning after waking up in front of my laptop, browse some sites and I've found this from Ogylvi's Facebook fanpage. It's interest me, and I can make it as my daily post hahaha. So, I will answer all these questions, wish that it really can brings me the happiness.

What is the most important thing I can do today for my own well-being?
Writing, absolutely! I have some writing projects. Like this on my blog, or writing some short stories. Writing is like a home for me. I can lying on it, I can cry on it or even laugh at the same time without anyone complaining on me.

How can I show my love to those I love?
I don't know. I'm rarely loving someone maybe. Even I still can't explain differences between "love because you love it" or "love because you have to". I let myself go through anywhere it leads. But, maybe I love some people. My mom, dad, brothers or sister. My friend. Okay, the answer maybe "I will listen". Just listen, I will trying to listen whatever they gonna say to me. Love is about listening sometimes, you can't make them do what you want. It's still something I have to show it right?

How can I encourage myself and others today?
Cheer up! I love some jokes. I will make them laughs with me. Maybe finding some new jokes around us. And for me? with writing this I swear it's encourage me too.

What can I do to make a positive difference in the lives around me?
Have a positive thought at first. Then do anything I love don't care about all the craps who say shits to me. I do anything I love to do, no one can deny if I still want to. It's a positive energy, even for that shitty people. They have to learn to appreciate the others who have their own dreams.

What is my intuition telling me about my current path?
Lack of enthusiast. I still have to express my potential. I have to writing more, drawing more, smiling more, get the fuck out of my mind more, and et cetera. I'm not finished one book yet, it's still have revisions. And I didn't learn Italian, Esperanto and French as I wanted to be.

What do I appreciate about my life right now?
My friends around me, my self who still have existence in this world. I still have 2 hands, 2 legs, and yes I still have a brain. I can read so many books, I can walk anywhere I want, I still can scream if i want to. My life still perfect.

What would I like to remember about today?
Everything, every details in what will happen in next hours. I want to remember about the taste I had when I ate the scribbled eggs this morning : salty with some cheese melted, so softly down to my digestive. I want to remember about the pressures when I writing this post. I want to remember about the sounds from my phone when I get a new text. Everything.

Finito! So, this is like a report. Somehow like a slap in my face. Still having some tasks, ugh, I mean "fun" to do today. Bye.

Picture from Ogilvy and Mather's fanpage here. They posted it via American Express here




22 September 2013

Daily Post 13 : ouY

,og tel gnileef hte tel I
,su neewteb srettulc eht lla os
,rewsna dluow ouy hsiw I snoitseuq 
,edam ev'I stliug eht lla dna
.dedaf
.kcab semoc syawla ti tuB
,elims ouy nehw ekil
em rof ton 
.efil eht rof tsuj tub
.og it tel dluoc I hsiW.


21 September 2013

Daily Post 12 : Benda (Alm.)

Ada banyak hal yang gue benci dalam hidup, tapi gak berdaya buat nyingkirin atau berlari dari hal itu. Misalnya : benda-benda yang gedenya gak terlalu gede.

Silakan pinjam tas gue, dan lihatlah benda-benda yang ada di sana; buku tulis kuliah, buku buat corat-coret atau gambar, dompet, ballpoint standard, pensil faber castell 2b, pensil faber castell 4b, pensil faber castell x-b (x = 1-seterusnya), penghapus, pengserut, kunci motor, kunci kostan, kunci gerbang menuju kostan, gelang murahan, charger laptop, charger usb, konektor buat ke colokan, konektor dari hp ke colokan, dan blah blah blaaah!

Silakan baca lagi benda-benda di atas...
Gue kasih waktu.

Hitung ada berapa.
Yang punyanya cuma satu; gue.

Satu orang. Tapi bendanya bejibun. Gue, yang teledor, punya banyak benda di tasnya. Silakan bertanya benda apa aja yang pernah hilang dari diri yang ceroboh ini:

1. Hati. YA. Ini bercanda. Ha ha. Ya, ketawa. Dikit juga gak apa-apa.

2. Kunci. GAK. Ini gak bercanda. Gue pernah hilang kunci kosan, lebih dari 3 kali. Itu seinget gue. Gak tau yang gak seinget. Entah kemana tuh barang. Belum lagi kunci spesies lain; kunci motor, kunci lemari, dan kunci hati. Yang terakhir juga bercanda.

3. Dompet. Gue pernah hilang dompet di minggu-minggu awal gue magang di Jakarta. Isinya dua ratus ribu. Dikit? Di zaman gue menulis ini duit dua ratus ribu masih bisa dimanfaatkan untuk membeli batagor sekitar 40x, beli aqua gelas 400 biji, dan beli barang-barang lainnya. Waktu gue SMA gue juga pernah kehilangan dompet, waktu itu juga di Jakarta saat gue keluyuran dari Cirebon menuju Bogor. Entah hilang di kereta atau dimana. Kehilangan dompet berarti juga kehilangan penghuninya; si KTP, si SIM, si kartu member di sana, si kartu member di sini, struk bekas jajan di Indomart, struk parkir bulan lalu di mall itu, KTM, kartu ATM, dan pihak-pihak bersangkutan lainnya.

4. Flashdisk. Dalam hidup gue cuma beli flashdisk sebanyak dua kali. Pertama saat flashdisk masih keren banget, waktu itu gue pede punya 128mb. Hilangnya gak tau, kasusnya gak pernah selesai. Yang kedua, saat gue kuliah. Besarnya 16gb. Lumayan gede buat transfer film dari laptop temen, atau dari laptop gue ke temen. Penyebab hilangnya juga gak diusut tuntas.

5. Jurnal. Buset, ini tulisan di mana gue menulis unek-unek, bla-bla-bla, latian nulis, bla-bla, curhat dikit, curhat banyak, marah-marah, nulis opini tentang hal remeh sampai hal gede, bla-bla-bla. Hilang! Demi tuhan ini ketelodoran yang udah akut. Semoga yang nemuin gak ngerti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Italia, bahasa Esperanto atau bahasa Turangga. Atau, semoga yang nemuin gak bisa baca sama sekali, terus dibuang, dibakar, hangus. Ah, tapi semoga juga yang nemuin baca di halaman pertama kalau gue kasih mantra disitu bahwa yang nemuin lalu membaca tanpa izin akan dapat karma.

6. Rokok. Kalau gue beli rokok ketengan ini suka ilang. Ralat, ternyata bukan ilang, tapi patah terus gue buang.

7. ...dan benda-benda lainnya yang sampai sekarang hilang di ingatan gue. Gak inget.

Nah jadi itulah beberapa almarhum barang gue. Gak tau sekarang nasibnya gimana. Apa mereka tenang di sana? Apa mereka kangen gue? Yakali kangen, yang ada malah ngomel-ngomel macam ibu-ibu yang ngomel sama anaknya, dan seringkali bikin gue bangun saat lagi tidur.

Gue gak ngerti, gue sakit apaan. Gimana caranya biar gue update firmware yang bisa meminimalisir bugs yang ada di diri gue ini. Gue butuh improvement. Mungkin barang-barangnya harus diiket biar gak ilang. Atau di lem? Terus gue gak bisa make. Terus percuma gue punya barang-barang itu.

Hidup gak bisa simpel apa ya? Di mana saat bangun tidur gue bisa langsung ke kampus tanpa harus naruh kunci kosan di saku depan, naruh dompet, atur buku di tas, atur pulpen, pensil dan blah-blah-blah! Hilang aja semua! Ribet bangat mau ke kampus aja birokrasinya bejibun.

Mungkin gue didesain khusus untuk jadi makhluk hutan. Enaknya gak perlu pake baju, kaus kaki kanan, kaus kaki kiri, celana dalem, boxer, dan celana panjang. Sepatu kanan, sepatu kiri. Bangun tidur gue bisa langsung gelantungan di pohon, teriak-teriak. Kalau minum gak usah nyiapin gelas, jalan ke dispenser, pencet yang biru, dekatkan gelas ke mulut, buka mulut, telan. Siap-siap kencing.

Hah, tapi gue gak akan bisa lari. Apa daya diri ini. Gak punya kuasa apa-apa. Maka dewasa itu mungkin ketika kita bisa mengatur hal-hal kecil di sekitar kita.

20 September 2013

Daily Post 11 : Puisi Setrikaan Kepada Semangkuk Mie Ayam

Apa yang semestinya dilakukan oleh sebuah setrika yang jatuh cinta pada semangkuk mie ayam? Akankah ia berpuisi, memetik gitar atau justru berdiam diri? Emang absurd. Tapi karena gue lagi-lagi bingung mau nulis apaan, akhirnya mengambil "random ideas" dan terpilihlah "Setrika pacaran dengan mie ayam". Gue akan membahas apa itu "random ideas" yang gue maksud di post selanjutnya.

Puisi Setrikaan Kepada Semangkuk Mie Ayam

Bagaimana kabar kuahmu yang berdaging?
kudengar suwir ayam tak lagi lunak,
bersama sambal yang tak jua diaduk
hampir membatu.

Bagaimana kabar mie mu yang mulai menyatu?
Berikan pesanku,
janganlah menempel pada badanku nanti.

Temanku si kemeja pernah berucap,
dunia berjalan dengan cara yang lucu.
Seperti ketakberdayaanku tak bisa menghangatkan
kau, yang membeku di mangkuk yang dibebani sendok, garpuh atau sumpit.
Menunggu diganti dengan hidangan yang baru.

19 September 2013

Daily Post 10 : Now Reading...

This year I read less books than I did in last year. Yes I still reading, which mostly an online article. I don't say that it's not reading, its just different. When I read an article, I feel my mind expand as I reading a book. But when I finished reading a book, I get some feeling that I just finished something. Its like I just getting know about someone. Yeah, book is like a friend. Some books I read it slowly because I still want to be with them, yet some books I read faster or even close it before it get finished.

Ok, enough for today. Now I'm reading...




18 September 2013

The Kid with a Bike


Sometimes I thought that I get bored for watching some movies because it lack of background music. But now I know it's wrong. Some movies are still great even without much music that dramatize the plot. Like this French film: The Kid With a Bike.

Cyril, who was left by his father trying to find him but makes some troubles. He wants to get his bicycle back, know where's his father and live with him. But his father abandoned him. Luckily, there is a hairdresser named Samantha who foster him on every weekend.

But bad boy is still gonna be bad. He makes some troubles again. Enough, you have to watch it yourself. I don't say that it's an interesting movies since I know most of people don't like kind of movies like this. But it's worth to watch.

Daily Post 9 : Talking With Stranger

Honestly it's not exactly what I want to write at first. I was wanted to write about my last trip to Gedong Songo Temple at Bandungan before it took really looooooong time to upload the pictures and I get bored. So I made a new tab, googling random things which brought me to some websites for chatting with strangers around the world. No, not omegle. Hhmmm okay, once.

I tried some chat-to-stranger website and I met some nice stranger to chat with. Like from India or Germany. And yes, I met some nerds who having masturb**ion on the internet. Shit. I don't know what's on their mind so they decided to do it in front of strangers and oh please...ONLINE? Maybe they got some bugs on their mind so it gets them kind of error or maintenance to think logically. I wish they will update their moral, since it's still free.

I think sites like these really interesting if people use it wisely. Oh come on, get your own room to have some kind of that shitty things. Sites like these helping me to at least something to do when I can't get my eyes closed for several hours. Like when we chatting sporadically about anything from our sex (yeah, it's the most common question. M/f?) to something like "I don't like winter. It makes street so flooded and we can't do lot of things we want to." Maybe from this I will have any ideas to write or drawing something.

Talking to strangers by the way, will give me a perception about how people at blahblahblah country seeing their own place not as enthusiast than us. They got bored too. Same like me. We need something new, something spontanously come to my mind and say "Why you haven't thinking about.....?" Fill the space with anything come first in your head.

Ok, enough. Finally I found my eyes tired. It's time for get some sleep. The good thing is....today I have no class to come!

17 September 2013

Daily Post 8 : Kalau Jadi Benda

Kalau ada malaikat tiba-tiba dateng terus maksa gue buat ngejawab pertanyaan "Kalau lu jadi satu benda, mau jadi apa?" saat gue lagi males ngapa-ngapain, gue gak tau harus ngejawab apa. Tapi gue mau mikir.

Mungkin gue mau jadi pensil. Bahannya kayu, lebih dekat ke alam. Semakin sering dipakai maka semakin cepat habis, tamat sudah riwayatnya. Terus dibuang, hidup selesai. Tenang di tong sampah atau dibakar buat diolah lagi entah jadi apaan. Sakit kayaknya.

Jadi helm mungkin? Gimana ya rasanya jadi helm. Dipaksa ngerasain setiap rambut-rambut pengendara yang entah keramasnya bersih apa enggak. Belum lagi kalau helmnya dipake anak-anak kuliahan yang males mandi. Atau, dipakenya sama anak-anak racing yang nyetir motor banyak gaya? Terus sakit-sakitan kalau jatuh dan kebentur aspal. Udah gitu gak ada yang nolongin. Jangankan gue, yang pengendaranya aja gak ada yang mau nolongin. Terus gue diganti aja gitu sama helm lain yang lebih keren dan nunjukkin "Gue raja jalanan ngeeng ngeeeeng ngeeeeeeng!".

Kalau jadi buku tabungan? Kalau empunya sering nyetor ke bank atau minimal cetak mutasi, gue bakalan ketemu teller bank. Entah cewek atau cowok. Yang tangannya bau duit, atau bau keyboard komputer plus mesin pengitung duit. Mungkin gue bakalan nyesek, cuma bisa nyium bau duit tapi gak dapet-dapet. Yang ada cuma dapet cetakan jumlah saldo. Kalau udah penuh? Diganti. Disobek. Sakit.

Jadi keresek? Berisiknya kalau dipake sama orang. Harus kekar kalau bawa belanjaan orang. Belum lagi kalau belanjaannya macam nangka atau malah duren. Sebaiknya punya kesabaran tinggi. Udah gitu dijadiin lapisan buat tempat sampah. Bau dan gak akan pernah bisa mandi untuk sekedar sabunan.

Cangkir? Ini sih harus tahan panas. Diisi kopi atau apapun tergantung siapa yang mau minum. Terus ngedengerin orang atau tamu ngobrol. Kalau di kafe berarti orangnya ganti-ganti. Sssst.....kadang kalau si pendatang itu jeli, doi harusnya sadar kalau cangkir yang dipakainya itu berkali-kali sama walaupun mesen kopinya beda-beda. Kalau kafenya segmented misalkan kafe para traveler, berarti bakalan ngedengerin destinasi-destinasi menarik. Atau keluhan visa yang gak jadi-jadi, birokrasi negara ini-itu yang ribet, sampai ketemu pujaan hati di negeri orang.

Kalau jadi headset? Siap-siap berhadapan dengan kotoran telinga. Kali-kali dielap ke celana. Kadang harus ngadepin kotoran telinga yang lain kalau dipinjemin. Terus harus punya suara yang bagus, mulai dari rock, pop, dangdut sampai lagu opera. Semua dijabanin. Terus harus rela berdiem diri di saku atau tas, terus kusut sesak nafas. Mati, tinggal setengah.

Oke, gue sendiri gak bisa nentuin mau jadi apaan. Gue gak tau kudu gimana kalau ada malaikat tiba-tiba dateng nanya begituan. Mungkin baiknya gue mandi dulu, showeran biar bisa mikir.

16 September 2013

Daily Post 7 : Dreams

When I was in SHS, my physics teacher had call me to his room after I had too long for not going into school. He asked me why, and I explain it to him.

I want to be a writer since I was a child. At that moment I haven't know exactly what kind of writer I really want. I told him that I don't want to learn any subject that have no relation with what I want. I want to learn the world, yes I want learn physic too but not like that. In Indonesia, students have to learn every subject and the government (with teachers) decide are they capable or not for going into the college.

And he said "Sometimes, you have to dream rationally. In the future you have many responsibilites; with your parents, family, and yourself."

I was kind of upset. He didn't understand. I had spend 12 years to get an "A" in every subject I never want. This is my life. I'm the one who choose how I will spend my day, week, month, year or decade. I want to write. I want to be a writer, not a physic teacher, optometrist, nor business man. I just want to be a writer. But I kept in silent, I knew he wouldn't understand so I just look down with my mouth closed.

Now, 3 years after I thinking about it again. Why when we get older, we have more things to be afraid of than when we were children? Yes we didn't have to think how to get money to pay any debts, but it is worth ? I don't want to say that finally I'm agree with what my teacher had said. But now I know why he said that.

In the end, I realise that a writer have to know about everything. How he can write good enough about a man who have a power from galaxies if he didn't learn astronomy, physics, biology and all subject related to it?

The reason why my mind leads me to remember about that moment is when one of my friend says to me "When you will chase your dreams again? You have a big dreams, a big passion, but when you will try to reach it?". Is like a slap into my face, a really hard one. Yeah, why now I'm being so passive in my own life. I do what people want me to do. I'm a sheep, I go to anywhere the other sheeps go. So lack of enthusiast in me. Am I really bruised enough so unconsciously I choose to shut up rather to speak up, what I used to be?

So, Turangga Sukandar Putra. Wake up!

15 September 2013

Instagram









I know that some people have no a high respect for instagrammer who acts like a photographer just by a mobile phone camera. But there's nothing wrong to learn photography using our phone. What matters isn't a technical thing sometimes, it's about the taste. The feeling of the photographer itself to make people feel what they feel about the thing. The easiest thing to do it is with mobile phone since we always bring it anywhere we go. So this is my instagram. All photos I taken with my phone camera.

My Instragram @Ranggatu

Daily Post 6 : Release

Let me in your lungs so I will relieve the anxiety from your coffee,
blow me so I will dancing through the air you breathe
Since I'm not the one who makes your heart beats faster,
leave me in the ashes so I can take a rest.

14 September 2013

Daily Post 5 : KILAT!

Beberapa orang bilang kalau ide itu datengnya disaat waktu mepet dengan deadline. Hah. Tapi itu gak berlaku buat gue kali ini. Baru balik ke rumah dengan deadline 10 menit lagi untuk memegang komitmen gue sendiri buat menulis tiap hari, bikin gue sempoyongan sendiri.

Tapi tetep harus nulis. Tentang apapun.

Oke, jadi daripada gak ada ide apa yang mau ditulis, mungkin gue harus menulis tentang apa yang bisa dilakukan dengan waktu 9 menit lagi ini!

1. Bikin Pop Mie. Ya, bikin Pop Mie gak makan waktu lama.
2. Denger lagu Spaceman-nya The Killers. Gak tau kenapa kok ini yang ada di pikiran gue.
3. Ganti celana dan lepas boxer. Hey, who needs more time for that kind of thing?
4. Teriak-teriak. Kayaknya teriak-teriak 7 menittttt gak akan bikin pita suara rusak.
5. Doa. Doanya yang singkat, padat dan jelas aja. Gak diperpanjang pake segukan nangis.
6. Bikin telor rebus setengah mateng. Wih, mantep sih ini.
7. Bikin sandwich? Selama persediaannya udah siap sih oke.
8. Sampoan. Since I have a short hair, I can wash it in second.
9. Makan kulit molen. Buset, gak tau lagi kenapa ini bisa muncul di pikiran.
10. SMS ke mamah minta pulsa. Ini juga gak butuh waktu lama sih.
11. Ngetweet, "KILAT AMAT BOOOOOSSS!"

Oke-oke sebelas cukup. Bisa buat main bola, atau kalau makan sebelas piring bisa bikin gendut, kalau sebelas hari kekurung di kamar sih positif bikin gila. Halah. Oke, ini tulisan ter-riweuh yang pernah dibuat kayaknya. Tapi gue masih bisa bernafas lega karena minimal project ini tetep jalan sampai hari ke lima ini

YEAAAH!

Kerja Optimal Tanpa Kabel Berbelit


Coba pikirkan, sudah berapa kali pekerjaan Anda dibatasi oleh kabel keyboard dan mouse Anda? Pergerakan tangan Anda jadi tak memiliki keluwesan atau bahkan harus berkutat untuk membenarkan kembali kabel yang berbelit-belit. Bahkan Anda harus dekat-dekat dengan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan, ketika diri Anda ingin sekedar duduk bersantai di atas sofa. Tapi, bisakah kita berbaring di sofa yang mengistirahatkan punggung dengan pekerjaan tetap terselesaikan?

Tentu saja bisa. Logitech Wireless Combo MK 520 memberikan Anda lebih dari itu. Desainnya yang ramping dengan kontur tombol yang membulat siap memanjakan tangan Anda menyelesaikan pekerjaan demi pekerjaan. Bosan? Tekan saja tombol play untuk memainkan musik, sudah disediakan keperluan multimedia khusus untuk Anda dalam satu perangkat. Ah, jangan lupakan kenyamanan tangan Anda yang mengontrol mouse. Dengan kontur dan genggaman karet yang lembut siap memanjakan tangan Anda ketika bekerja.

Untuk apa risau untuk selalu mengganti baterai? Karena baterai yang tahan lama hingga 3 tahun untuk keyboard dan satu tahun untuk mouse ini mengerti waktu Anda yang berharga.

Sama seperti kami menghargai waktu dan pekerjaan Anda. Maka Anda tak perlu untuk keluar ruangan dan meninggalkan pekerjaan yang penting untuk mendapatkan semuanya. Cukup dengan mengunjungi http://www.pricepanda.co.id/logitech-wireless-combo-mk520-pid1162400/ dan www.makanja.com Anda tetap dapat menyelesaikan pekerjaan di tempat dan biarkan kami yang mengirimnya untuk Anda.

13 September 2013

Believe Me

When we dead the sorrow won't be forever
it won't takes long
grin will painted on every faces suddenly
sky still blue, the ocean still salty
every answered questions stay hung
don't deny so it will be better

Daily Post 4 : Lazy

The most common way to become a great writer (also copywriter) is with writing consistently. So I made this "Daily Posting". But sometimes I find myself too lazy to write something or even to do anything. Like today.

But I want it. I want to become a great writer and copywriter both in Bahasa Indonesia, English, and any other languages like Italian, French and Esperanto. Yet I make really so much grammatical error that can make me looks dumb. But hey, who was invented the grammar? I think God didn't create the grammar. People did. So it's fine for me to write in english or any languages as much as I could. It won't hurts anyone I swear. Bad grammar won't make a man killed. Hmmm...except for grammar nazi who will always upset and feel disturbed by people who incapable to write with perfect grammar. Ah, let them at the corner of the room, licking their own ass.

I don't really know why I'm so lazy. It's often. There was a day when I just want to lying in my bed all day. I'm not reading a novel nor watching some movies, just like stoned. So I hope I can change this. Yes I believe I can. I need to support myself. Make some projects to cut down my lazyness and sharpen my skill in drawing, writing, photography et cetera.

Yes I will.

12 September 2013

Daily Post 3 : Muke Kering

Muka kering kerontang macam tai kucing kering yang dijemur bukan idaman setiap orang sih. Tapi ya bisa nimpa aja yang emang lagi apes; gue. Hidup itu labil, gue yang dulu punya muka berminyak sekarang malah kekeringan. Entah karena kurang air, ngerokok, atau hal-hal lain yang tidak bisa dituliskan dengan kata-kata. Halah.

Akhirnya gue cari tips dan trik buat mengatasi kulit kering ini. Hasilnya gak memuaskan. Paling disuruh buat minum banyak air, berhenti merokok, pakai pelembab wajah, dan bla-bla-bla. Gak ada tips yang lebih heboh sekaligus gampang. Misalnya ternyata biar wajah gak kering sesimpel olesin iler di pagi hari ke wajah.

Ngomong-ngomong tentang pagi,  gue nulis ini di waktu masih pagi. Walaupun belum terlalu pagi sih. Karena setelah baca beberapa artikel entah itu mengenai penulis pada khususnya, atau produktivitas anak muda pada umumnya. Perjalanan gue masih panjang, harus dimulai dari rutinitas walaupun secuil demi secuil tapi terus menerus.

Jadi, selamat pagi!

11 September 2013

Daily Post 2 : Labilisasi Kontroversi Pagi

Karena Vicky emang lagi ngehits, mungkin langkah bijak yang bisa gue ambil adalah belajar menulis dengan gaya seperti doi. Gak usah dimengerti, lah gue aja yang nulisnya bingung. Susah banget ya jadi doi. Bikin gue mikir gimana cara mikirnya biar bisa kaya begitu. Apa yang doi makan dan baca, terus siapa aja sih kenalan doi yang bisa buat doi jadi kaya begono. Ah, itu misteri ilahi.

Maka alarm semestinya sudah dinon-aktifkan untuk menunjang quality of sleeping yang dapat menghasilkan timing untuk terlelap lebih luas lagi. Lalu, jika quality dan perpanjangan masa terlelap telah panjang, dapat dipastikan bahwa sebuah mood dapat menjauhisasi dari fluktuasi hati. Ketika hati tidak lagi mengalamisasi fluktuasi perasaan, apakah dapat menjaminkan ketidak pastian darinya mengalami nihilisasi?

Ah, it's ok. Maybe we better try di lain time ketika our day mengizinkan kita untuk mengkomunikasikan apa-apa yang selama ini tidak dinetralisir. Menciptakan hubungan-hubungan tidak diinginkan yang memunculkan energi kalor di dalam hati.

Jadi, untuk itu mari kita sebaiknya mensortir apa-apa yang akan kita let it masuk ke dalam sistem perhatian dan pemikiran kita. So, we'll have a better life dengan harmonisasi hati, pikiran untuk terutama di waktu pagi.

10 September 2013

Daily Post 1 : Rindu

Karena males harus dilawan, jadilah gue menelurkan ini : Daily Post! Bukan sesuatu yang baru. Banyak orang yang udah dari dulu mulai; ada yang sukses, ada yang kembali males. Targetnya sih gak muluk-muluk tapi ga terlalu enteng juga: Sebulan. Atau lebih tepatnya 30, cukup segitu gak kurang gak lebih. Kelanjutannya gimana nanti, gue gak mau muluk-muluk.

Mekanismenya gue atur sendiri. Misalnya hari pertama ini gue gabungin dua hal yang gue pilih secara random dan gue harus bikin tulisan dari situ. Seberapa pendek atau panjangnya. Dan dua hal yang beruntung itu adalah : Telepon dan Truk. Karena kebetulan pas ide ini terbesit gue ngeliat telepon, lalu ngeliat keluar dan ada truk.

Bacot. Mulai dah!

Istri saya emang gak secantik Asmirandah yang di poster temen-temen saya simpen. Yang lain pada nyimpen emang buat ngilangin "anu", tapi saya gak mau. Saya cuma kepengen "anu" sama istri saya yang lebih cantik dari Asmirandah, atau neng Idah, neng Chacha, terus neng Pinki yang sering ngebor kalau lagi manggung. Cuma istri saya yang paling seksi.

Bolak-balik Jakarta-Tegal bikin saya jarang ketemu istri. Kita emang cuma hidup berdua karena nda' bisa ngasilin anak. Dulu, bapaknya istri saya minta saya cerai aja biar istri saya bisa punya keturunan. Saya juga gak bisa nolak sebenernya, lah wong saya cinta moso iya saya biarin dia menderita gara-gara saya? Tapi istri saya malah maksa saya buat gak ceraiin saya. Dia ndak mau punya suami selain saya katanya. Dia sampe nangis-nangis jelasin ke bapak-ibunya kalau dia cuma cinta sama saya. Untungnya bapak-ibunya ngertiin saya. Biar Lastri, adiknya istri saya aja yang nanti bayar utang keturunan buat mereka.

Saya harus kuat. Harusnya dua bulan lagi uang saya bakalan cukup buat beli henpon, langsung beli dua. Biar gak melulu minjem telepon atau henpon temen buat nelpon ke rumah bapaknya istri saya. Itu juga harus nunggu istri saya buat jalan dulu ke rumah bapaknya. Kalau istri saya masih jualan jamu, ya gak bisa nelpon. Kangennya gak bakalan sembuh-sembuh.

Lah ya tapi ya namanya nasib ya mau gimana. Dua bulan lagi saya harus tetep pinjem telepon buat nelpon ke istri saya. Tadi duit saya gak tau kemana, gak tau diambil orang atau diambil siapa. Sejujurnya curiga sama Pak Dede yang tadi gak tau ngapain ada di truk saya pas baru balik kencing, tapi ya gak baik nuduh orang yang enggak-enggak. Ya wis lah, mau gimana lagi. Mau mewek juga nda bisa, nanti telat ngirimnya. Besok saya bilang supaya istri saya gak usah dulu milih-milih nomer hape buat berdua.

Sekarang sih, pake poster Asmirandah dulu aja lah ya terpaksa.

Copywriter



Udah sewindu kayaknya gak nulis di blog, sampe lupa ninggalin blog ini dalam keadaan gak beres. Ah tapi ya nanti aja lah.

Bulan Juni sampai September kemarin, di mana saat-saat itu sebenarnya bisa digunakan untuk traveling ke sana-sini sambil nyantai sampai dekil, gue magang. Klise, umumnya orang setuju kalau apa yang kita impikan pasti akan jadi kenyataan. Ini juga yang akhirnya kesampaian.

Tempat ini emang apa yang gue impikan sejak tahun-tahun awal perkuliahan buat jadi tempat magang. 
Paul Coelhe bilang, “When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.” dengan bagaimana pun caranya, gue berhasil untung magang di tempat yang emang gue pengen.

As a copywriter!

Sekalipun gue dari kecil emang suka nulis, tetep aja banyak hal yang gue masih ngos-ngosan untuk mempelajari copywriting ini. Gak sesimpel dengan yang dibayangin, tapi lebih asyik dari yang dibayangin. Apalagi kuliah di DKV yang banyak berkutat dengan visual sering kebawa-bawa saat membuat radio script. Bener-bener belajar dari nol, atau bahkan dari minus 100 tentang copywriting, advertising dll.

The best part of it adalah adanya orang-orang yang ngasih kritik dan saran tentang copywriting gue sendiri. Dimulai dari "Bahasa lu tua banget!", "Ini sih visual banget." sampai "Ini bukan Turangga yang gue harapkan." jatuh bangunnya kerasa di sini. Tapi ini yang emang gue harapkan sebelum masa magang, di mana ada orang yang emang ahlinya di bidang ini dan memberikan saran ke gue tentang copywriting gue ini. Karena di bangku perkuliahan, masih jarang ditemukan orang-orang yang memiliki minat di copywriting ini.

Gue gak akan membeberkan secara jelas tugasnya copywriter ini ngapain aja. Itu bisa didapat dari internet. Apalagi ilmu copywriting gue, yang tadinya minus sekarang mungkin baru mencapai titik nol. Harus belajar lagi.

Kalau mau disimpulkan dalam satu kalimat, apa yang gue pelajari dari magang di Lowe Indonesia ini adalah "Bersikap dan berpikiran terbuka untuk tahu lebih banyak tentang semua hal". Dengan tahu, kita bisa menghargai, entah itu menghargai ide yang tiba-tiba nongol di malam hari saat kita mau tidur dengan menulisnya, menghargai dan mendengarkan saran-saran AE (Account Executive), klien, dan semuanya. Dengan berpikiran terbuka, kita gak malu-malu untuk mendengar semua genre musik yang enggak kita banget misalnya dangdut, rock, sampai Arab disko yang bisa jadi inspirasi. Hal ini bukan cuma buat copywriter, art director atau orang-orang kreatif, tapi juga buat semua orang.

Lalu, selain copywriting, gue juga sadar bahwa mempelajari ilmu Psikologi itu penting. Hubungannya dengan advertising, dan copywriting adalah dengan mempelajari psikologi gue bisa tahu bagaimana caranya berbicara dengan Target Audiens, atau target orang untuk produk yang gue jualkan itu. Banyak banget yang harus dipelajarin, semoga gak malas.

Laluuu the best of the best nya adalah, akhirnya gue bisa membayangkan diri gue di masa depan nanti. Kalau dulu masih bingung kalau udah lulus kuliah gue bakalan jadi apaan, sekarang udah jelas bahwa di masa depan nanti, gue ingin menjadi seorang COPYWRITER.




21 July 2013

Parsial


Lucu ya jika ingin menulis tapi tak tahu apa yang ingin ditulis. Seperti ingin berbicara tapi tak tahu apa yang ingin diutarakan. Ada yang menggunung dari hati atau pikiran dan tak mungkin lebih lama ditampung. Ah, bahkan tak tahu mana yang dari hati dan mana yang dari pikiran. Kok berani tiba-tiba menumpuk.

Lalu apa mereka sebetulnya bekerja sendiri-sendiri? Lalu siapa diri ini sendiri jika hati dan pikirannya bekerja terpisah. Bukan pertanyaan sebenarnya, maka tak perlu pakai tanda tanya.

Katanya waktu akan menjawab semua. Lalu apa itu waktu, atau siapa? Yang punya keterampilan untuk menjawab semua tanya dan bahkan katanya luka. Karena yang diketahui hanya suara jarum jam yang berkutik konstan.

Kembali kepada tujuan awal, mengapa menulis jika tak tahu apa maknanya? Lalu siapa itu yang berpangkat cukup tinggi untuk lancang bertanya makna. Lagi, bukan pertanyaan karena pakai titik bukan tanda tanya.

Jadi ya biarkan saja apa adanya, katanya. Tapi tolong jangan halangi jemari-jemari yang ingin mengutarakan apa yang ada di hati dan pikiran sekalipun terpisah-pisah. Ada larangan?

08 June 2013

Diobok

Hidup bisa berubah setelah bangun tidur. Setelah menunggu sampai mengorbankan hal-hal yang sangat penting seperti liburan bareng teman, waktu, hingga duit yang dikuras untuk bolak-balik luar kota akhirnya terbalaskan. Akhirnya malah seneng. Gue diterima untuk Kerja Profesi di suatu agensi periklanan di Jakarta.

Mulainya hari Senin besok, 2 hari lagi. Dan gue yang saat itu lagi sarapan bareng temen gue, masih masang muka kucel baru bangun tidur cuma cengengesan baca email di handphone.

Terus diem.

Lucu ya, emosi jadi diobok-obok. Kemarin gundah gulana, sekejap bahagia, lalu kembali gundah gulana. Bingung mau bawa apa aja yang harus dibawa. Yang esensial ya laptop, baju, celana, hingga selempak. Beberapa buku. Sabun, samphoo bisa beli di sana. Selimut! biarpun di sana dikate panas, tetep aja bakalan susah tidur kalau gak ada itu barang.

Halah, sok-sokan mau bawa apaan. Belum juga dapet tempat buat di sana. Sepasukan teman lagi nyari di sana. Gue minta tolong dengan koneksi yang gue punya, dari temen sekolah, temen nyokap, sampe googling dengan macam-macam keyword "Kos Kebayoran Baru", lalu "Kos Blok M", dan kalau udah bete bisa jadi "Kos Deket Blok M Gak Bohong Fasilitas Cukup Harga Gak Bikin Bego", hasilnya gak seberapa. Ada yang disms panjang-panjang jawabannya judes, sumpahin besok pagi bokernya gergaji.

Waktunya mepet. Harusnya girang sampe lompat-lompat terus ketawa-ketiwi sampe mencret. Pengalaman baru coy. Ketemu orang baru. Stress baru. Tapi ya banyak yang harus dipikirkan, diselesaikan, diini-itukan.

Selamat tinggal jangan? Gak usah. Ntar juga lupa.

06 June 2013

The Art of Hoping Nothing

Banyak hal yang harusnya diceritakan. Tapi tak sempat karena mengurus ini-itu. Banyak yang pergi, banyak pula yang masih berdiam diri. Ke sana, ke sini. Misalnya di sini, masih berharap untuk mendapatkan kepastian dari satu agensi yang dia inginkan dari dulu. Tapi, mungkin jangan terlalu berharap sekalipun optimis. Jadilah realismis, realistis tapi optimis. Maka bisa jadi harusnya membiarkan harapan-harapan itu ditaruh dulu karena butuh istirahat untuk tidur. Cuci kaki, muka hingga sikat gigi. Ambil buku tebal dari rak untuk pengantar tidur. Ketik sedikit cerita untuk di jurnal, atau di dunia maya. Tinggal tunggu kabar apakah memenuhi kualifikasi atau ternyata tidak. Yeah, sometimes, the more things you want, the heavier your life gonna be. So I let everything happens to me.

28 May 2013

Kau

ketika ketikan hanya mampu menghasilkan tulisan
ketika berlisan tak akan ada yang didengarkan
karena aku hanya ingin berhenti menghiraukan
dengan menyampaikan "Selamat Tinggal" yang berkesan
atau baiknya kutinggalkan, kubiarkan?

24 May 2013

Selingkuh

Di belantika kehidupan kita masing-masing itu pasti ngebawa kita ketemu sama orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Misalnya jadi kenal orang-orang yang latar belakangnya pedagang. Sebut aja mamang nasi padang, mamang tukang bubur, teteh penjual nasi kuning, atau mamang gorengan.

Gue suka jajan makanan kaki lima. Beberapa bahkan jadi langganan karena terbukti punya diferensiasi dengan produk sejenis lainnya. Misalnya Cap Cay Mickey Mouse, yang capcaynya lebih manis dibandingkan capcay-capcay di pedagang lainnya. Atau nasi kuning Teteh Bohay, yang sering dikerubungi bapak-bapak gatel yang istrinya masih nyenyak di kasur.

Tapi kadang ini juga bisa bikin jadi gampang gak enak hati.

Namanya manusia, pasti ada momen di mana dia dilanda kebosanan. Kalau gak ada inovasi dari makanan-makanan atau jajanan tersebut, ya pasti lidah ini udah capek lagi-lagi dijejalin asupan yang sama.

Gue sendiri pernah tertangkap basah makan bubur di tempat lain, oleh mamang bubur yang dulu jadi langganan. Waktu itu lagi subuh-subuh, habis begadang ngerjain tugas. Karena kepagian, gue gak menemui mamang bubur langganan sedang bertengger di tempat biasanya. Akhirnya ya gue pindah ke bubur lain. Baru beberapa suap gue makan bubur di tempat baru, tiba-tiba nongol mamang bubur langganan. Muka dia antara asem, kecut, sama pait. Mungkin hatinya rapuh banget, doi ngedorong gerobak siap-siap berdagang tapi pandangan matanya sedih banget, kaya di acara-acara tv yang nampilin penderitaan hidup orang.

Saat itu, gue ngerasa kaya selingkuh. Tapi bubur ayam yang baru ini rasanya lebih enak, dengan harga yang sama. Bukannya gak mau setia, tapi ya mau gimana? Doi, si mamang bubur lama gak punya inovasi lain di buburnya. Gue gak mau menyuapi diri ini dengan makanan yang keluar dari norma-norma yang berlaku di kerongkongan. Tapi gue juga gak mau jadi oportunis yang milih bubur ayam yang baru gara-gara lebih enak dan kerupuknya lebih banyak.

Beda cerita lagi dengan pemilik nasi padang di deket kosan. Dulu gue sering makan di sana karena sambel ijonya enak banget bukan main. Rasanya makan pake apapun bakalan enak kalau ditambah sambel racikan istrinya ini. Tapi ya perut ini pasti panas kalau makan yang pedas-pedas mulu saban hari. Akhirnya gue pun pernah dipandang sinis ketika ketahuan mau makan di tempat lain, yang di mana gue harus melewati rumah makan nasi padangnya dulu. Kayaknya kalau gue saat itu jail bolak-balik buat manasin doi, itu piring-piring yang ditata rapih dengan fondasi yang kokoh bakalan ambruk dihantam tangan doi kayaknya.

Suatu saat, gue pun kenalan dengan mamang gorengan. Waktu itu lagi tengah malam lagi ngerjain tugas, dan akhirnya ngopi bareng bapak-bapak tetangga, yang ngenalin gue sama mamang gorengan tersebut. Akhirnya beberapa hari kemudian gue beli gorengan di tempat dia. Dan gue dikasih bonus satu biji. Cuma satu biji sih, tapi itu jadi kaya pertanda kalau kita resmi temenan. Beruntunglah mamang gorengan tersebut gak punya akun Facebook atau Twitter, yang kalau kenalan cuma bisa ngasih "Salam kenal. Thx for the app :)" atau "Salam kenal. Follback ya! :)".

Tapi ini jadi bikin gue bingung lagi. Gimana kalau suatu saat nanti ada gorengan yang lebih enak?

P.S Gue masih setia dengan Teteh Bohay penjual nasi kuning, bukan karena ke-bohay-annya, tapi karena nasi kuningnya masih enak sampai sekarang.

P.S.S Penjual capcay Mickey Mouse dagangnya mood-mood-an, jadi kalau gue selingkuh dengan pedagang yang lainpun ada alasan yang gue bisa utarakan kalau tertangkap basah.