24 September 2014

Suatu Hari

Kutunggu kedatanganmu setelah sekian lama menjadi tetangga. Telah disiapkan kue-kue kering yang kupindahkan dari kaleng kepada toples kaca, kusapu bersih lantai dan debu-debu di sela-sela jendela. Tak lupa kupastikan pengharum ruangan bekerja. Setelah keringatku kering, kubersihkan benar-benar setiap jengkal kulitku siapa tau kau akan memerhatikannya sungguh-sungguh. Kukenakan baju yang tak terlalu baik namun cukup wajar seolah aku tak terlalu niat menjamu.

Tapi kau tak pernah memberitahuku tanggal, ketika kutunggu kau setiap jam.

Warung Kopi



Tahan ngantukmu dengan
mie dengan telur baik berkuah atau kering,
kepulan asap dari mulut bapak-bapak yang menceritakan istrinya,
hingga aroma kopi tubruk dalam gelas kecil.
Kau boleh terlelap nanti
setelah membayar dengan recehanmu,
berterima kasih,
dan menghadapi masalahmu sendiri
pada tanggal tua.