Pages

Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

17 September 2013

Daily Post 8 : Kalau Jadi Benda

Kalau ada malaikat tiba-tiba dateng terus maksa gue buat ngejawab pertanyaan "Kalau lu jadi satu benda, mau jadi apa?" saat gue lagi males ngapa-ngapain, gue gak tau harus ngejawab apa. Tapi gue mau mikir.

Mungkin gue mau jadi pensil. Bahannya kayu, lebih dekat ke alam. Semakin sering dipakai maka semakin cepat habis, tamat sudah riwayatnya. Terus dibuang, hidup selesai. Tenang di tong sampah atau dibakar buat diolah lagi entah jadi apaan. Sakit kayaknya.

Jadi helm mungkin? Gimana ya rasanya jadi helm. Dipaksa ngerasain setiap rambut-rambut pengendara yang entah keramasnya bersih apa enggak. Belum lagi kalau helmnya dipake anak-anak kuliahan yang males mandi. Atau, dipakenya sama anak-anak racing yang nyetir motor banyak gaya? Terus sakit-sakitan kalau jatuh dan kebentur aspal. Udah gitu gak ada yang nolongin. Jangankan gue, yang pengendaranya aja gak ada yang mau nolongin. Terus gue diganti aja gitu sama helm lain yang lebih keren dan nunjukkin "Gue raja jalanan ngeeng ngeeeeng ngeeeeeeng!".

Kalau jadi buku tabungan? Kalau empunya sering nyetor ke bank atau minimal cetak mutasi, gue bakalan ketemu teller bank. Entah cewek atau cowok. Yang tangannya bau duit, atau bau keyboard komputer plus mesin pengitung duit. Mungkin gue bakalan nyesek, cuma bisa nyium bau duit tapi gak dapet-dapet. Yang ada cuma dapet cetakan jumlah saldo. Kalau udah penuh? Diganti. Disobek. Sakit.

Jadi keresek? Berisiknya kalau dipake sama orang. Harus kekar kalau bawa belanjaan orang. Belum lagi kalau belanjaannya macam nangka atau malah duren. Sebaiknya punya kesabaran tinggi. Udah gitu dijadiin lapisan buat tempat sampah. Bau dan gak akan pernah bisa mandi untuk sekedar sabunan.

Cangkir? Ini sih harus tahan panas. Diisi kopi atau apapun tergantung siapa yang mau minum. Terus ngedengerin orang atau tamu ngobrol. Kalau di kafe berarti orangnya ganti-ganti. Sssst.....kadang kalau si pendatang itu jeli, doi harusnya sadar kalau cangkir yang dipakainya itu berkali-kali sama walaupun mesen kopinya beda-beda. Kalau kafenya segmented misalkan kafe para traveler, berarti bakalan ngedengerin destinasi-destinasi menarik. Atau keluhan visa yang gak jadi-jadi, birokrasi negara ini-itu yang ribet, sampai ketemu pujaan hati di negeri orang.

Kalau jadi headset? Siap-siap berhadapan dengan kotoran telinga. Kali-kali dielap ke celana. Kadang harus ngadepin kotoran telinga yang lain kalau dipinjemin. Terus harus punya suara yang bagus, mulai dari rock, pop, dangdut sampai lagu opera. Semua dijabanin. Terus harus rela berdiem diri di saku atau tas, terus kusut sesak nafas. Mati, tinggal setengah.

Oke, gue sendiri gak bisa nentuin mau jadi apaan. Gue gak tau kudu gimana kalau ada malaikat tiba-tiba dateng nanya begituan. Mungkin baiknya gue mandi dulu, showeran biar bisa mikir.

14 September 2013

Kerja Optimal Tanpa Kabel Berbelit


Coba pikirkan, sudah berapa kali pekerjaan Anda dibatasi oleh kabel keyboard dan mouse Anda? Pergerakan tangan Anda jadi tak memiliki keluwesan atau bahkan harus berkutat untuk membenarkan kembali kabel yang berbelit-belit. Bahkan Anda harus dekat-dekat dengan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan, ketika diri Anda ingin sekedar duduk bersantai di atas sofa. Tapi, bisakah kita berbaring di sofa yang mengistirahatkan punggung dengan pekerjaan tetap terselesaikan?

Tentu saja bisa. Logitech Wireless Combo MK 520 memberikan Anda lebih dari itu. Desainnya yang ramping dengan kontur tombol yang membulat siap memanjakan tangan Anda menyelesaikan pekerjaan demi pekerjaan. Bosan? Tekan saja tombol play untuk memainkan musik, sudah disediakan keperluan multimedia khusus untuk Anda dalam satu perangkat. Ah, jangan lupakan kenyamanan tangan Anda yang mengontrol mouse. Dengan kontur dan genggaman karet yang lembut siap memanjakan tangan Anda ketika bekerja.

Untuk apa risau untuk selalu mengganti baterai? Karena baterai yang tahan lama hingga 3 tahun untuk keyboard dan satu tahun untuk mouse ini mengerti waktu Anda yang berharga.

Sama seperti kami menghargai waktu dan pekerjaan Anda. Maka Anda tak perlu untuk keluar ruangan dan meninggalkan pekerjaan yang penting untuk mendapatkan semuanya. Cukup dengan mengunjungi http://www.pricepanda.co.id/logitech-wireless-combo-mk520-pid1162400/ dan www.makanja.com Anda tetap dapat menyelesaikan pekerjaan di tempat dan biarkan kami yang mengirimnya untuk Anda.

11 September 2013

Daily Post 2 : Labilisasi Kontroversi Pagi

Karena Vicky emang lagi ngehits, mungkin langkah bijak yang bisa gue ambil adalah belajar menulis dengan gaya seperti doi. Gak usah dimengerti, lah gue aja yang nulisnya bingung. Susah banget ya jadi doi. Bikin gue mikir gimana cara mikirnya biar bisa kaya begitu. Apa yang doi makan dan baca, terus siapa aja sih kenalan doi yang bisa buat doi jadi kaya begono. Ah, itu misteri ilahi.

Maka alarm semestinya sudah dinon-aktifkan untuk menunjang quality of sleeping yang dapat menghasilkan timing untuk terlelap lebih luas lagi. Lalu, jika quality dan perpanjangan masa terlelap telah panjang, dapat dipastikan bahwa sebuah mood dapat menjauhisasi dari fluktuasi hati. Ketika hati tidak lagi mengalamisasi fluktuasi perasaan, apakah dapat menjaminkan ketidak pastian darinya mengalami nihilisasi?

Ah, it's ok. Maybe we better try di lain time ketika our day mengizinkan kita untuk mengkomunikasikan apa-apa yang selama ini tidak dinetralisir. Menciptakan hubungan-hubungan tidak diinginkan yang memunculkan energi kalor di dalam hati.

Jadi, untuk itu mari kita sebaiknya mensortir apa-apa yang akan kita let it masuk ke dalam sistem perhatian dan pemikiran kita. So, we'll have a better life dengan harmonisasi hati, pikiran untuk terutama di waktu pagi.

13 January 2013

Beradaptasi Singkat



"Kadang, teman terbaik yang kau miliki adalah orang-orang baru yang ada di sekitarmu saat itu."

Salah satu pengalaman yang menarik dari traveling sendirian adalah, kamu dipastikan bertemu dengan orang-orang yang baru. Dan di situ, kamu dihadapkan oleh dua pilihan; pertama, kamu mau tetap diam dengan kesendirian kamu dan cukup sampai di situ, atau berlagak sok kenal hingga nantinya jadi beneran kenal dan akrab.

Saya memilih yang kedua. Hari ketiga di Yogyakarta, saya di ajak oleh host saya, Vian untuk ikut melakukan perjalanan bersama teman-temannya ke pantai Gua Cemara. Yang lalu rencananya akan dilanjutkan ke pantai Parangtritis, atau disingkat Paris oleh mereka. Namun karena satu dan lain hal, akhirnya kita menuju Kebun Buah. Sebenarnya acara ini adalah acara mereka menyiapkan diri untuk menyambut Ujian Tengah Semester atau UTS keesokan harinya.

Vian ini ternyata dikenal oleh teman-temannya punya kepemimpinan yang tinggi, ia membuat soal-soal agar teman-temannya paling tidak teringatkan kembali atas pelajaran yang telah diberikan oleh dosen sebelumnya. Jujur, saya sendiri sebenarnya sempat takut kalau-kalau saya hanya akan menjadi kambing congek. Dicuekkin dan dianggap tidak ada. Tapi karena ini perjalanan saya, dan saya pikir kalau saya hanya berpikir negatif maka percumalah perjalanan saya ini. Alhasil, sayapun membuang jauh-jauh pemikiran yang tidak membangun itu.

Saya yang memang tidak membawa kendaraan, akhirnya menjadi "supir" untuk teman yang baru saya kenal juga, Yunita. Lalu sayapun berangsur-angsur berkenalan dengan yang lainnya, yang saking banyaknya, tidak seluruhnya saya hafal namanya.

Semalam sebelum keberangkatan, saya diminta oleh Vian untuk menyiapkan kado yang nantinya akan ditukar sebelum sesi pengerjaan soal-soal yang dibuatnya. Dalam kado tersebut ada pertanyaan yang harus dijawab oleh orang yang menerima kado tersebut. Karena ada yang tidak bawa, maka saya pun tidak kebagian kado. Namun, karena isi dari kado tersebut semuanya adalah makanan, maka kitapun berbagi-bagi makanan. Setelah masing-masing dari mereka menjawab setiap pertanyaan yang mengundang gelak tawa itu, salah satunya seperti pertanyaan "when is your first kiss?", saya yang tidak mendapatkan pertanyaan akhirnya diberi permintaan tentang pendapat saya tentang mereka.

Ini adalah salah satu hari terbaik dan pengalaman yang gak akan saya lupakan. Bagaimana saya, orang yang baru mereka kenal beberapa jam (atau menit) langsung diterima apa adanya. Saya makin disadarkan bahwa dunia ini luas. Jika selama ini saya bercanda, tertawa dengan teman-teman yang itu-itu sajah dengan candaan lokalnya, maka jauh di luar sana ada orang-orang seperti kami yang juga memiliki ikatan pertemanan yang kuat dan hangat. Saya juga belajar untuk berbaur dengan orang-orang baru. Saya suka sekali prosesnya. Bagaimana perasaan takut ditolak, hingga akhirnya nekat sok kenal hingga akhirnya diterima di tengah-tengah mereka. Ini juga mengajarkan saya bahwa tantangan memiliki beragam varian. Jika selama ini tantangan selalu diidentikkan dengan mendaki gunung, menyelam samudera, maka ada tantangan dalam bentuk berbeda di mana kita harus berbaur dengan masyarakat sekitar. Memahami bahasa atau candaan mereka. Bersikap, berkata dan bahkan tertawa dengan cara yang berbeda dari apa yang biasa kita lakukan.

Dari kecil saya memiliki impian selain menjadi penulis dan keliling dunia: saya ingin berteman dengan semua orang. Siapapun itu, mulai dari presiden atau tukang sampah. Karena saya juga percaya bahwa semua orang adalah sama, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Semua hanya masalah sudut pandang, dan bersifat subjektif. Saya membayangkan bagaimana dunia nanti ketika semua orang sudah saya kenal. Jika saya kemana-mana saya pasti akan menyapa dan disapa oleh setiap orang. Ah dunia pasti menjadi lebih menarik!