Sesuai yang dijanjikan pas project 30 Daily Post, kalau gue kelewatan sehari, hukumannya adalah membuat 3 iklan apapun dengan brief random. Tujuannya ya biar skill menulis gue ini meningkat, atau minimal ya ada kemajuan walaupun minim. Gue 2 hari kelewat (hari ke 18 dan 24), tapi baru bikin 4. Sisa dua, belum kekejar karena ngurusin ini-itu-ini-itu-si ini-si itu-si anu-anunya si itu-itunya si anu-blahblah. Karena di sini warnanya jadi berubah, mungkin bisa dicek di kreavi.
Showing posts with label Daily Post. Show all posts
Showing posts with label Daily Post. Show all posts
06 November 2013
09 October 2013
Daily Post 30 : Dispenser, Terakhir
Gak pernah ada orang yang bilang terima kasih ke saya. Siapa coba yang bisa membuat mereka menyeduh kopi pagi-pagi sebelum ke kantor, ke sekolah atau ke manapun mereka sibuk? Seperti harus membelah diri, saya harus siap sedia mengucuri air dingin dan air panas di waktu bersamaan. Bahkan saya harus diam, bertengger dekat-dekat colokan listrik. Kadang saya kepengen keluar, ikut mereka. Iya sih, badan saya kegedean buat masuk ke tas mereka. Ah, orang emang cuma mau enaknya aja.
Ini akhir cerita dari Daily Writing, tepat tiga puluh walaupun kurang satu. Pengennya sih ada pesta, ah tapi siapa yang mau bikin pesta buat dispenser kaya saya? Galon habis saja mereka telpon minta bantuan orang lain buat ngurusin saya, gimana mau pesta. Saya pernah ketemu gelas-gelas pesta, betapa asyiknya mereka dituangi aneka minuman beragam rasa. Mereka asyik sendiri bahkan kadang menertawai saya.
Saya berharap bisa memberikan air panas selalu tanpa harus berpura-pura dingin. Pesta kecil cukup dengan secangkir kopi.
08 October 2013
Daily Post 29 : Lambat
Kenapa kalau lagi buru-buru semua orang bergerak lambat? Supir angkot ngetem dulu, mobil di depan gak mau ngasih jalan, polisi tiba-tiba nyuruh lajur lain maju padahal lampu baru aja hijau, lampu merah tiba-tiba jadi 99999999 detik lagi. Kenapa kalau lagi buru-buru ada aja yang memperlambat? Kunci motor ada di saku celana yang lagi direndem di ember cucian, kaos kaki cuma satu, kunci kosan dipinjem temen tapi belum dibalikin. Ebusyet dah. Ada aja yang ngelambatin hidup. Satu hal yang gak mungkin di dunia ini mungkin ya bahagia dengan ke-buru-buruan ini. Mana ada orang buru-buru bahagia, buru-buru ketawa, buru-buru nyantai. Hidup gak pernah simpel bos.
Jangan sampai gue ngehina internet yang lambatnya tingkat dewa ini.
07 October 2013
Daily Post 28 : Workspace
When my first year as a VCD student I usually work with so many things surround my desk: ink, more than ten pencils, drawing pens, cables, and so many other. My desk is cluttered as I feel I more feeling as an artist if I get everything messed up. My friends are the same, even most of them upload it to the social media and instagram.
So now I'm tired. I packed all of clutters to some boxes, store it out of my room. I don't need that much of drawing pen lately, yet I'm still drawing. Some headset, cables-that-the-device-itself-had-gone, unused or wrecked papers, some test from last semester and any other clutters. You name it.
It's clean right now. Less distracted, I feel empty in a good way I can fill myself with any positive things. Even I less spending time on the internet specially in browse mu newsfeed on facebook, read some random 140 character of thoughts on twitter and so many then. I'm still want to being less, even I have a plan to sell my phone and bought a dumbest one.
06 October 2013
Daily Post 27 : Every Little Thing
"Every little thing that you’ve gotta have
That you’ve got to reach for and you’ve got to grab
Oh, I bet that you’d be fine without it"
This song by Peter Doran is one of my favourite song on my October playlist. Has a simple lyric but so deep. I feel connected with this song, when I surrounded by everything I wanted but lack of what I really need. Life is simple yet complicated so why don't release every little thing that has no value to yourself? I know this song from theminimalist.com
05 October 2013
Daily Post 26 : Resep Snacks Kere
![]() |
| Liatnya biasa aja. Keliatannya emang gak sekeren foto makanan kaya di instagram. Ah, bokek kok maunya yang bagus-bagus. |
Kalau lagi bokek, tapi kebutuhan ngemil tetep gak bisa ditoleransi, gue punya solusi. Bermula dari sejak SD dulu, di mana ada penjual yang ngejual jajanan renyah yaitu mie yang digoreng (literally), bikin gue jadi mikir. "Ini kan Indomie?" ah, dengan otak anak SD gue kagum sama penjual yang kreatif tapi sialan itu. "Kan bisa bikin di rumah?" merasa rugi ngabisin duit jajan buat begituan akhirnya gue pun nyobain. Lagian kalau di rumah gratis kok.
Bahan-bahannya sederhana:
- 1pcs Indomie, atau sebenernya mie instan apapun sih.
- 1sdm Minyak goreng, minyak jaitun atau mentega secukupnya.
Peralatannya:
- Teflon atau katel.
- Spatula
- Kompor.
Cara memasak:
- Siapkan katel/teflon di atas kompor dengan sumbu api kecil.
- Tuang minyak/mentega.
- Remas Indomie selagi masih di bungkusnya.
- Setelah cukup panas, tuang Indomie ke dalam teflon.
- Aduk hingga cokelat merata.
- Sambil menunggu, tuang bumbu (kecuali minyaknya) ke dalam piring atau mangkuk.
- Setelah mie kekuning cokelatan, siapkan ke atas piring.
- Indomie goreng renyah krenyes crispy siap dihidangkan!
- Nikmati selagi hangat.
Simpel sih, gak perlu diginiin juga sebenernya. Gak perlu juga nyari tutorial di Youtube atau sok-sokan di Vimeo. Tapi ya gitu, rasanya enak. Apalagi kalau lagi ngemil tapi males ke luar rumah atau kosan. Atau, di tempat kamu gak ada Alfamart/Indomaret, atau ada tapi gak 24 jam. Kasian banget. Ya udah lah, santai aja toh masih bisa ngemil.
Buat yang hardcore gak perlu sampai di masak sebenernya. Biarin aja apa adanya. Langsung kremes Indomie kamu terus tambahin bumbunya deh. Di sini senang, di sana senang. Gak ada yang salah kok, semua orang punya jalan hidupnya masing-masing.
Cemilan ini cocok untuk: saat kamu santai sendirian sambil ngeteh, lagi liburan, pesta ulang tahun, dan ya, lagi gak punya duit.
04 October 2013
Daily Post 25 : My Random Ideas
Yesterday I made a mistake again for the 2nd time. I’m not write anything. So I really sorry about that even I have a reason.
Yes I will punsih myself next time.
So today I want to write about “RANDOM IDEAS”
Random Ideas is a tool when I have no ideas to write. Is made with a tiny wrecked paper with some words on it. There are usually 3 words in one paper “Noun” + “Verb” + “Noun” which I write randomly without seeing it. It’s a simple tool yet absurd. Remember when I write about a desktop computer who envy a pen’s life?
Next week, starting by today I want to be less distracted by the internet. I realize that internet is a tool. I want to use it wisely like for uploading my college task, get in touch with some friends we have projects together and et cetera. Even on my phone I uninstalled some apps I think they don’t give me a value, or not important anymore. I feel great. “LESS IS MORE” uhm, wait “less is more” is more appropriate.
02 October 2013
Daily Post 23 : Boker to Bring Happiness
Seburuk-buruknya beban yang ada di pundak lu sekarang ini, jangan pernah ngelupain satu hal. Enggak, gue gak akan bilang "Semuanya akan menjadi lebih baik" atau "Ada seseorang yang mendukungmu". Nyatanya sih temen-temen lu ninggalin lu kalau hidup lagi gelap-gelapnya, semuanya jadi tambah buruk bos. Tapi jangan ngelupain satu kenikmatan yang tiada tara : boker.
Boker adalah suatu kegiatan ketika kita mengeluarkan feses, atau sisa-sisa proses pencernaan yang dikeluarkan melalui anus. Sebelum boker, tubuh akan mengirim sinyal kepada perut kita yang dikenal oleh masyarakat luas dengan nama "mules". Mules dan boker ibarat hidup. Mules ibarat beban hidup yang ditampung oleh kita semua, dan boker adalah masa-masa bahagia.
Boker adalah salah satu waktu kebahagiaan buat gue, dan kalian. Lu bisa boker saat masa apapun. Saat lagi bete kartu ATM nyangkut di mesin yang lemoooootnya stadium sepuluh (ini baru aja kejadian sama gue), atau lagi gak bisa ngelupain orang, lu tetep bisa boker! Indah banget ya hidup. Ngeluarin tai-tai kehidupan itu nikmatnya gak bisa diganti. Gue ngebayangin, kalau R.Kelly bikin lagu "I Believe I Can Fly" ini sambil boker di pispot jongkok, dengan tai-tai keras nyemplung satu-persatu. Eh, gue gak tau yang bikin tuh lagu doi apa bukan.
Udah sih itu doang, boker emang gak bisa diungkapin dengan kata-kata. Belum ketemu metode apa yang tepat. Mungkin nanti ada buku "How to Write About "Boker" for Dummies", atau "Boker Copywriting that Sells".
Nungguin mules dateng dulu ah.
01 October 2013
Daily Post 22 : Minimalism Project
I'm currently reading a book "Minimalism : Living a Meaningful Life" and I want to make a progress with it. I find that my life has so many clutters which make me slower. So I just want to feel free, with being less. So this is my another project for at least this week. We will see for the next.
- Write a surreal copy ads (i.e sell a moustache, an used sandal jepit to CEO - et cetera)
- Stop eating meats (dairy products still allowed). Then notice the differences.
- Reduce smoking. Maximum 4 a day (Morning, noon, Night and stress-time)
- No twitter and facebook except for uploading a task.
- No coffee and tea allowed. Drink a pure water, hydrate your fucking body.
- Unsubscribe internet service on phone (you won't die, the air still free to breath)
- Send 5 postcards (your friends abroad and the rest for strangers)
- Set a schedule to connect to the internet. 8pm is a appropriate time.
- Spend less than 15 thousands rupiahs a day. (Learn to say no when friends invite you)
- Finish "Minimalism" book. (Please, it's less than 1.000 pages.)
- Dance a lot. Listen to new music, dubstep, dangdut koplo, any music you're not familiar.
- Exercise for public speaking. Put random things around you, present it both in english and bahasa.
- Sell, donate or trash your unused belongings. Drained pen, finished books (please, they won't get hurt as the others will keep it) even on your macbook.
- Talk to your old friends. Chat, ask what they're doing right now, make a small reunion party such a good idea tough.
- Finish 30 Days of Daily Writing project. Make a party after it.
- Go to a new cafe. But do not ever dare to ask a coffee or a wifi password!
PUNISHMENT
- Write one copy ads per how much you did. Pick one from your "Random Ideas Bank", and finish it that day you make it.
30 September 2013
Daily Post 21 : Biarkan
Kertas putih memiliki pertanyaan,
didiamkan dibawah kabel-kabel menjuntai.
Buku-buku selesai dibaca,
dibiarkan menginap di dalam kardus, bawah meja, dan yang beruntung, dibiarkan memamerkan diri di rak buku.
Dua dari tiga batang rokok selesai dihisap, asapnya tak ada kabar pergi ke mana.
Air putih puas terkurung dalam botol, tidak mendidih tak pula dingin.
Mata sayu menatapi layar, jari-jemari menjadi wakil dari pikirian.
YA, saya sedang menulis.
29 September 2013
Daily Post 20 : Grateful
I'm totally blessed. That's what I (wishfully) feel for everysecond in my life. Yeah but sometime I don't.
I just made a vision board. This one is a version for my phone wallpaper. My teacher and some authors about kinda like "How to Get What You Want" said that if you really want something, make it visible everyday. You'll remember it. I believe it. I had made once and somehow it's just happen.
So I don't want to give so many details about this my recent vision board. I'm not feeling right to write it on my blog right now.
I always have so many plans for my future. Yet sometimes I just want to stop thinking and let eveything whatever it leads me. There is a time when I just want to take a rest to breath. It was like running. So I just stop running. Life sometime is like a treadmill, no matter how faster you run you won't move to anywhere. It just give you some numerical on the screen about how speed and how much calories you burned. Forget about the abs.
I don't want to running again. I'm not as ruthless than me-in-past-years. I have to think logically, but still keeping my children soul inside. I love playing. I love dreaming. I just stop running, I want to walk. I want everything catched in every sense I have. I want to be more aware for everything in my life.
I crave for the details.
28 September 2013
Daily Post 19 : EyeNance
So yesterday was the first time I'm not doing this daily writing project. And I feel sorry about that, to myself. I have to make a punishment, and I already thinking of it. I don't want to push myself too hard, yet still having to give me a punishment. It should be not so dumb, but still fun to do yet still something I can learn from.
Honestly, I feel not as enthusisastic then I did before. But it's my promise I made, so I have to finish it. Maybe it's just because I'm lack of sleep lately, even some pills can't help. But hey, who says it can't be more fun?
So I challenge myself to take my "random ideas" which gave me : "Kaca Mata dan Parfum!"
Segarnya Melindungi Hari Anda
Ya, tidak semua orang memiliki wangi yang bisa ditoleransi hidung Anda. Sayangnya, Anda tidak bisa mengubah mereka. Atau, memberi parfum secara tiba-tiba kepada mereka. Nanti tersinggung.
Daripada membuat orang lain tersinggung, kenapa tak mengubah diri kita sendiri?
Manjakan hidung Anda dengan memanjakan mata Anda juga. Kami mengerti hidung dan mata memiliki relasi yang sangat dekat. Jadi, lindungi mata Anda dengan kacamata pertama di dunia yang memiliki parfum yang dapat menangkal segala bau yang menyerang hidung Anda. Didesain khusus oleh ahli dari Italia, Jepang, Amerika dan seluruh ahli di seluruh dunia untuk menelurkan produk yang di tiap negara dirancang secara khusus.
Dapatkan EyeNance, kacamata yang tak hanya mengindahkan tapi juga membuat hari Anda lebih menyegarkan. Hubungi 085-7221-XXXXX untuk tawaran yang menarik!
I found what punishment I should do! So the punishment for my first (and hopefully the last) is writing 3 copy ads:
- Jualan Kumis ke anak remaja yang bersih, suka ke mall, sering cukuran.
- Jual gergaji ke CEO.
- Kursus bahasa Mandarin ke orang Islam fundamental.
26 September 2013
Daily Post 17 : Sorry
I just realize that I haven't pass this project yet. But yesterday when I was working on some college task I thought that I just broke my promise to myself. The best thing is...I still wrote it. Below is my writing yesterday.
This is the latest post I've ever written. And I'm feel so sorry about this. This is my fault, and I should have a punishment. I don't know what kind of punishment I should have. I DON'T EVEN EXPECT THAT I WILL PASS IT, SO I'M NOT PREPARING FOR IT. Yeah, even the worst man in the world who killed one hundred people had forgiven from god. So please forgive me for this. And this is weird when I ask sorry to myself. Am I crazy?
This is the latest post I've ever written. And I'm feel so sorry about this. This is my fault, and I should have a punishment. I don't know what kind of punishment I should have. I DON'T EVEN EXPECT THAT I WILL PASS IT, SO I'M NOT PREPARING FOR IT. Yeah, even the worst man in the world who killed one hundred people had forgiven from god. So please forgive me for this. And this is weird when I ask sorry to myself. Am I crazy?
I hope no.
So, lets start writing again.
So I grab a random ideas again, and I found "PEN, COMPUTER, ENEMIES". Hmmm....maybe they are enemies? Or pen had fallen in love with computer, but the computer cheated on him/her? Or it could be about a pen who envy to the computer, or otherwise?
The last one, I choose.
I HATE YOU PEN.
How could be so free? You don't even need electricity to live. I'm envy you. For real. And I don't know how to say it to you. Is it just me or love and hate are the same thing? It's just have a different direction might be. North and south. I want to be like you who can going outside, know how it feels to hear the birds singing, hugged in a palm, know how the blood pressure feels like. Fuck you.
I'm stuck in the room with so many question that I only will be answered if I experience by myself. Have I told about the people? They will kick on the ass, literally when I getting so slow. They will replace me with the new one when I'm outdated.
Can I shrinked? Be so small, thin like you?
Can I?
Someone, please turn off me.
25 September 2013
Daily Post 16 : ITALIA
Kamus : Kamu, udah lama juga?
Travel book : Iya, liat deh sampe debuan kaya begini.
Kamus : Ah, itu orang emang udah males sih!
Travel book : Dia main sama kita pas di awal-awal aja. Sekarang udah enggak, sebel emang!
Kamus : Kamu mending, udah biasa dianggurin di toko buku. Kamu kan second!
Travel book : Hei, tapi dia milih aku niat banget. Sampe nyari di internet. Dia juga jadi tau kafe tempat
aku dulu tinggal. Dia suka banget kafe itu sampe sekarang. Lah kamu?
Kamus : Biarin dong! Yang penting aku masih baru. Biarpun dia beli aku karena kebetulan lagi
liat aja.
Travel book : Iya deeh iya. Tapi kenapa ya dia gak pernah main sama kita? Gak seantusias dulu.
Kamus : Bener banget. Kecewa sekali sama dia. Mungkin dia gak mau lagi ke Italia.
Italia, Italia, Italia!
Sei pazzo?
Travel book : Iya, liat deh sampe debuan kaya begini.
Kamus : Ah, itu orang emang udah males sih!
Travel book : Dia main sama kita pas di awal-awal aja. Sekarang udah enggak, sebel emang!
Kamus : Kamu mending, udah biasa dianggurin di toko buku. Kamu kan second!
Travel book : Hei, tapi dia milih aku niat banget. Sampe nyari di internet. Dia juga jadi tau kafe tempat
aku dulu tinggal. Dia suka banget kafe itu sampe sekarang. Lah kamu?
Kamus : Biarin dong! Yang penting aku masih baru. Biarpun dia beli aku karena kebetulan lagi
liat aja.
Travel book : Iya deeh iya. Tapi kenapa ya dia gak pernah main sama kita? Gak seantusias dulu.
Kamus : Bener banget. Kecewa sekali sama dia. Mungkin dia gak mau lagi ke Italia.
Italia, Italia, Italia. Sebuah nama, yang kalau disebut bikin gue jadi deg-degan. Ibarat dipanggil. Percakapan di atas adalah percakapan dua buku, yang mewakili beberapa buku lain mengenai Italia yang gue punya. Gue suka Italia. Gue pengen ke sana. Sayangnya gue lupa buat belajar bahasanya. Terlalu sibuk sama hidup yang kata orang sih kaya tai, kadang-kadang. Terlalu melankolis kaya kerupuk kena air; melempem. Membuat gue merasa kaya manusia pada umumnya. Manusia-manusia yang akan mati tanpa satu pun mimpi yang kecapai. Lebih bermanfaat jadi pispot nampungin tai-tai orang. Malesnya gue ini bisa gak ya disembuhin? Jadi, mulai sekarang harus mulai latihan lagi buat belajar bahasa Italia. Niat gue adalah sebelum berumur 24, gue udah harus ada di sana.
Italia, Italia, Italia!
Sei pazzo?
24 September 2013
Daily Post 15 : Blah Blah Blah Blah!
I've been some kind of trouble sleeping since 7 years old. I don't know why, maybe because I still having lot of energies I haven't used so I have to spend it 'till my body feels tired then my brain will shutting down the system. Then sleep well, have a real "good morning" like the happy people, get some tea to warming up the body et cetera.
I barely bought some pills to helping me getting sleep at the right time. It's the herbal one, I'm kind of afraid if I'm consume the chemicals. I don't want to ended up like Heath Ledger! I used one pill, and I found it's not working for me. So tonight I will spend like 2 pills (or maybe 3?). Hmmm... maybe some books gonna help. A boring one. Crap books with boring things inside in every word.
But maybe having kind of trouble sleeping is a gift. At midnight there are less distraction who always makes my angry-mode turned on. I wrote 2 stories in just two days! These are for the competition. I'm not put a high expectation that I will be the winner but at least I kicked my own ass to write.
Aaaaand, I don't believe that I have finished half way of my Daily Post project. It helps me to making a good habit to writing everyday about anything. Let's see what come next.
FYI, have you hear some Booooooom remix? They (err,or maybe he, Jeff Hamada the owner of Booooooom site) really made a good summer remix. But we don't have it here, yet we still can feel it. Try the newest one: Egypt BBQ. Click here to download.

23 September 2013
Daily Post 14 : 7 Good Morning Questions that Create Happiness
Waste my morning after waking up in front of my laptop, browse some sites and I've found this from Ogylvi's Facebook fanpage. It's interest me, and I can make it as my daily post hahaha. So, I will answer all these questions, wish that it really can brings me the happiness.
What is the most important thing I can do today for my own well-being?
Writing, absolutely! I have some writing projects. Like this on my blog, or writing some short stories. Writing is like a home for me. I can lying on it, I can cry on it or even laugh at the same time without anyone complaining on me.
How can I show my love to those I love?
I don't know. I'm rarely loving someone maybe. Even I still can't explain differences between "love because you love it" or "love because you have to". I let myself go through anywhere it leads. But, maybe I love some people. My mom, dad, brothers or sister. My friend. Okay, the answer maybe "I will listen". Just listen, I will trying to listen whatever they gonna say to me. Love is about listening sometimes, you can't make them do what you want. It's still something I have to show it right?
How can I encourage myself and others today?
Cheer up! I love some jokes. I will make them laughs with me. Maybe finding some new jokes around us. And for me? with writing this I swear it's encourage me too.
What can I do to make a positive difference in the lives around me?
Have a positive thought at first. Then do anything I love don't care about all the craps who say shits to me. I do anything I love to do, no one can deny if I still want to. It's a positive energy, even for that shitty people. They have to learn to appreciate the others who have their own dreams.
What is my intuition telling me about my current path?
Lack of enthusiast. I still have to express my potential. I have to writing more, drawing more, smiling more, get the fuck out of my mind more, and et cetera. I'm not finished one book yet, it's still have revisions. And I didn't learn Italian, Esperanto and French as I wanted to be.
What do I appreciate about my life right now?
My friends around me, my self who still have existence in this world. I still have 2 hands, 2 legs, and yes I still have a brain. I can read so many books, I can walk anywhere I want, I still can scream if i want to. My life still perfect.
What would I like to remember about today?
Everything, every details in what will happen in next hours. I want to remember about the taste I had when I ate the scribbled eggs this morning : salty with some cheese melted, so softly down to my digestive. I want to remember about the pressures when I writing this post. I want to remember about the sounds from my phone when I get a new text. Everything.
Finito! So, this is like a report. Somehow like a slap in my face. Still having some tasks, ugh, I mean "fun" to do today. Bye.
22 September 2013
Daily Post 13 : ouY
,og tel gnileef hte tel I
,su neewteb srettulc eht lla os
,rewsna dluow ouy hsiw I snoitseuq
,edam ev'I stliug eht lla dna
.dedaf
.kcab semoc syawla ti tuB
,elims ouy nehw ekil
em rof ton
.efil eht rof tsuj tub
.og it tel dluoc I hsiW.
21 September 2013
Daily Post 12 : Benda (Alm.)
Ada banyak hal yang gue benci dalam hidup, tapi gak berdaya buat nyingkirin atau berlari dari hal itu. Misalnya : benda-benda yang gedenya gak terlalu gede.
Silakan pinjam tas gue, dan lihatlah benda-benda yang ada di sana; buku tulis kuliah, buku buat corat-coret atau gambar, dompet, ballpoint standard, pensil faber castell 2b, pensil faber castell 4b, pensil faber castell x-b (x = 1-seterusnya), penghapus, pengserut, kunci motor, kunci kostan, kunci gerbang menuju kostan, gelang murahan, charger laptop, charger usb, konektor buat ke colokan, konektor dari hp ke colokan, dan blah blah blaaah!
Silakan baca lagi benda-benda di atas...
Gue kasih waktu.
Hitung ada berapa.
Yang punyanya cuma satu; gue.
Satu orang. Tapi bendanya bejibun. Gue, yang teledor, punya banyak benda di tasnya. Silakan bertanya benda apa aja yang pernah hilang dari diri yang ceroboh ini:
1. Hati. YA. Ini bercanda. Ha ha. Ya, ketawa. Dikit juga gak apa-apa.
2. Kunci. GAK. Ini gak bercanda. Gue pernah hilang kunci kosan, lebih dari 3 kali. Itu seinget gue. Gak tau yang gak seinget. Entah kemana tuh barang. Belum lagi kunci spesies lain; kunci motor, kunci lemari, dan kunci hati. Yang terakhir juga bercanda.
3. Dompet. Gue pernah hilang dompet di minggu-minggu awal gue magang di Jakarta. Isinya dua ratus ribu. Dikit? Di zaman gue menulis ini duit dua ratus ribu masih bisa dimanfaatkan untuk membeli batagor sekitar 40x, beli aqua gelas 400 biji, dan beli barang-barang lainnya. Waktu gue SMA gue juga pernah kehilangan dompet, waktu itu juga di Jakarta saat gue keluyuran dari Cirebon menuju Bogor. Entah hilang di kereta atau dimana. Kehilangan dompet berarti juga kehilangan penghuninya; si KTP, si SIM, si kartu member di sana, si kartu member di sini, struk bekas jajan di Indomart, struk parkir bulan lalu di mall itu, KTM, kartu ATM, dan pihak-pihak bersangkutan lainnya.
4. Flashdisk. Dalam hidup gue cuma beli flashdisk sebanyak dua kali. Pertama saat flashdisk masih keren banget, waktu itu gue pede punya 128mb. Hilangnya gak tau, kasusnya gak pernah selesai. Yang kedua, saat gue kuliah. Besarnya 16gb. Lumayan gede buat transfer film dari laptop temen, atau dari laptop gue ke temen. Penyebab hilangnya juga gak diusut tuntas.
5. Jurnal. Buset, ini tulisan di mana gue menulis unek-unek, bla-bla-bla, latian nulis, bla-bla, curhat dikit, curhat banyak, marah-marah, nulis opini tentang hal remeh sampai hal gede, bla-bla-bla. Hilang! Demi tuhan ini ketelodoran yang udah akut. Semoga yang nemuin gak ngerti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Italia, bahasa Esperanto atau bahasa Turangga. Atau, semoga yang nemuin gak bisa baca sama sekali, terus dibuang, dibakar, hangus. Ah, tapi semoga juga yang nemuin baca di halaman pertama kalau gue kasih mantra disitu bahwa yang nemuin lalu membaca tanpa izin akan dapat karma.
6. Rokok. Kalau gue beli rokok ketengan ini suka ilang. Ralat, ternyata bukan ilang, tapi patah terus gue buang.
7. ...dan benda-benda lainnya yang sampai sekarang hilang di ingatan gue. Gak inget.
Nah jadi itulah beberapa almarhum barang gue. Gak tau sekarang nasibnya gimana. Apa mereka tenang di sana? Apa mereka kangen gue? Yakali kangen, yang ada malah ngomel-ngomel macam ibu-ibu yang ngomel sama anaknya, dan seringkali bikin gue bangun saat lagi tidur.
Gue gak ngerti, gue sakit apaan. Gimana caranya biar gue update firmware yang bisa meminimalisir bugs yang ada di diri gue ini. Gue butuh improvement. Mungkin barang-barangnya harus diiket biar gak ilang. Atau di lem? Terus gue gak bisa make. Terus percuma gue punya barang-barang itu.
Hidup gak bisa simpel apa ya? Di mana saat bangun tidur gue bisa langsung ke kampus tanpa harus naruh kunci kosan di saku depan, naruh dompet, atur buku di tas, atur pulpen, pensil dan blah-blah-blah! Hilang aja semua! Ribet bangat mau ke kampus aja birokrasinya bejibun.
Mungkin gue didesain khusus untuk jadi makhluk hutan. Enaknya gak perlu pake baju, kaus kaki kanan, kaus kaki kiri, celana dalem, boxer, dan celana panjang. Sepatu kanan, sepatu kiri. Bangun tidur gue bisa langsung gelantungan di pohon, teriak-teriak. Kalau minum gak usah nyiapin gelas, jalan ke dispenser, pencet yang biru, dekatkan gelas ke mulut, buka mulut, telan. Siap-siap kencing.
Hah, tapi gue gak akan bisa lari. Apa daya diri ini. Gak punya kuasa apa-apa. Maka dewasa itu mungkin ketika kita bisa mengatur hal-hal kecil di sekitar kita.
20 September 2013
Daily Post 11 : Puisi Setrikaan Kepada Semangkuk Mie Ayam
Apa yang semestinya dilakukan oleh sebuah setrika yang jatuh cinta pada semangkuk mie ayam? Akankah ia berpuisi, memetik gitar atau justru berdiam diri? Emang absurd. Tapi karena gue lagi-lagi bingung mau nulis apaan, akhirnya mengambil "random ideas" dan terpilihlah "Setrika pacaran dengan mie ayam". Gue akan membahas apa itu "random ideas" yang gue maksud di post selanjutnya.
Puisi Setrikaan Kepada Semangkuk Mie Ayam
Bagaimana kabar kuahmu yang berdaging?
kudengar suwir ayam tak lagi lunak,
bersama sambal yang tak jua diaduk
hampir membatu.
bersama sambal yang tak jua diaduk
hampir membatu.
Bagaimana kabar mie mu yang mulai menyatu?
Berikan pesanku,
janganlah menempel pada badanku nanti.
Temanku si kemeja pernah berucap,
dunia berjalan dengan cara yang lucu.
Seperti ketakberdayaanku tak bisa menghangatkan
kau, yang membeku di mangkuk yang dibebani sendok, garpuh atau sumpit.
Menunggu diganti dengan hidangan yang baru.
Subscribe to:
Posts (Atom)






