Pages

Showing posts with label Jurnal. Show all posts
Showing posts with label Jurnal. Show all posts

04 November 2013

Pangkas Rambut


Saya bukan termasuk orang yang ketat banget buat milih tempat pangkas rambut, kadang saya milih tempat yang emang lagi gak terlalu rame aja. Atau sekalian lagi sepi banget.

Yang paling saya suka dari cukur-mencukur sebenarnya bukan hasilnya aja sih, tapi seringkali mengobrol dengan tukang cukur itu jadi bikin punya verita sendiri. Apalagi dulu saya selalu mencukur di rumah, dengan tukang cukur langganan keluarga yang dipanggil untuk datang setiap waktu tertentu. Alhasil ketemunya itu lagi, itu lagi.

Waktu saya traveling ke Semarang misalnya, saya mengobrol dengan tukang cukur yang lagi asyik berkutat dengan rambut saya. Dia bercerita tentang daerahnya dulu yang penuh dengan orang-orang berjualan yang kini justru sepi. Yang paling saya ingat, dia bercerita tentang penjual nasi ayam yang tidak bisa menghitung tapi sekali kamu ke sana, porsi yang kamu dapet bener-bener jumbo. Sang pedagang cuma menghitung menggunakan perasaan, toh dia juga seringkali tidak melihat. Entah karena porsinya, atau karena ketidak mampuannya, usahanya laku keras. Orang-orang yang datang ke sana pun berbadan tambun, mau orang dewasa atau anak kecil. Kalau pun gak berbadan tambun, sisa makanannya masih bisa dibungkus untuk disantap lain waktu.

Ada juga tukang cukur yang pernah iri dengan rambut saya. Dia ingin sekali punya rambut keriting karena katanya sih lebih artistik aja. Dia juga menyarankan hal-hal yang aneh, yaitu untuk "men-creambath" rambut saya dengan tinja kerbau. Di kampungnya orang-orang sering menggunakan feses binatang sawah itu untuk ke rambut agar tampak indah. Hahaha saya sih iyain aja, tapi gak janji akan mengikuti saran dia.

Kalau foto di atas, itu tempat pangkas rambut saya tadi. Entah kenapa, uang datang tadi pagi didominasi oleh orang-orang tua. Kakek-kakek sporty yang baru pulang dari jogging keliling komplek. Mereka sepertinya udah langganan sih, karena akrab sekali dan bahkan tidak perlu memberi arahan rambutnya yang abu-abu ingin diapakan.

Tempat pangkas rambut yang merakyat emang punya ciri khas sendiri sih. Beda sama di mall-mall. Yang entah karena capek atau apa, gak seseru diajak ngobrol dengan tukang pangkas rambut di pinggir jalan. Biasanya ya ngibrolin artis atau entah siapa ke rekan kerjanya.

Sayangnya saya belum pernah cukur di aatu tempat/jenis yang saya pengen: di bawah pohon. Tukang cukur di bawah pohon pasti punya keunikan sendiri, selain suasananya, saya pengen tau dia akan bercerita tentang apa.

21 October 2013

Nobody Understands You


Not everybody can understand you. Or worse, nobody understands you. Whatever you try to tell them, how softly you speak, they just won't understand. Or worse, they won't listen. We live in a world when people love to share. Share what they want to: how cool their vacation, how tasty their breakfast, how outgoing they are with hanging out to some cool places. Everybody loves to share about their happiness. Or worse, share about how drama their life. And it's going around and around.

Life's not cool. Admit it. I don't say that life is sucks too. Life just the way it is. You could run with a smile painted on your face and the next hours you cry. It's ok to cry, we're human not a machine. Everybody arounds me changing, the way I'm changing too. We can't blame anyone about anything. It's just life the way it is.

I grown up with some thoughts in my mind. Like how I want in my entire life. One of them is : I want to be friends with everybody around the world. Literally everybody. Yes it could be the president, the first woman who stepping in a new land outerspace, and you. Yes I have some friends to laugh with, changes every year, in a different places, come and go. I want to do something they wanted me to do. Being jerks, being smart with read similiar articles on the internet, cool enough with using slang words et cetera.

But I realize that I can't hang on them. Any of them. Even my family. People change, they move. How can I hang on something that move? My friend once said to me "Friends are come and go. You might be afraid to loose your friends. But you will. It hurts. And you have to believe to that friends made by your step. Whenever you go you'll always meet some people then become friends." As a emotional person it sounds like an offensive talk. But it still ticking in my mind, try to remind me about it. The conclusion is: I'm agree.

So when you think that friends around you just don't give some positive energy around you: CHECK. It should be an alarm to tell you that something's wrong. It could be them, or you. I don't want to be a motivator 'cause I'm still love to kick some jerks. Remember what I said before: not everybody can understand you. They're not your foe just because they don't have a concern to listen. Sometimes you just have to change your perspective. But how you can change your perspective if you spend your day trying to be what they wanted you to be? You're not a sheep, even if you're a sheep you should not follow the path they are going. We're all have our own way. Or best.

I love the photo above. Represents how I feel this recent weeks. I'm trying to let the way they are. Accept everything. Then change. There is something worse than having no friends who listen to you: being unable to listen yourself.

Photo from http://www.ignant.de/2011/10/18/bernhard-lang/

10 September 2013

Copywriter



Udah sewindu kayaknya gak nulis di blog, sampe lupa ninggalin blog ini dalam keadaan gak beres. Ah tapi ya nanti aja lah.

Bulan Juni sampai September kemarin, di mana saat-saat itu sebenarnya bisa digunakan untuk traveling ke sana-sini sambil nyantai sampai dekil, gue magang. Klise, umumnya orang setuju kalau apa yang kita impikan pasti akan jadi kenyataan. Ini juga yang akhirnya kesampaian.

Tempat ini emang apa yang gue impikan sejak tahun-tahun awal perkuliahan buat jadi tempat magang. 
Paul Coelhe bilang, “When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.” dengan bagaimana pun caranya, gue berhasil untung magang di tempat yang emang gue pengen.

As a copywriter!

Sekalipun gue dari kecil emang suka nulis, tetep aja banyak hal yang gue masih ngos-ngosan untuk mempelajari copywriting ini. Gak sesimpel dengan yang dibayangin, tapi lebih asyik dari yang dibayangin. Apalagi kuliah di DKV yang banyak berkutat dengan visual sering kebawa-bawa saat membuat radio script. Bener-bener belajar dari nol, atau bahkan dari minus 100 tentang copywriting, advertising dll.

The best part of it adalah adanya orang-orang yang ngasih kritik dan saran tentang copywriting gue sendiri. Dimulai dari "Bahasa lu tua banget!", "Ini sih visual banget." sampai "Ini bukan Turangga yang gue harapkan." jatuh bangunnya kerasa di sini. Tapi ini yang emang gue harapkan sebelum masa magang, di mana ada orang yang emang ahlinya di bidang ini dan memberikan saran ke gue tentang copywriting gue ini. Karena di bangku perkuliahan, masih jarang ditemukan orang-orang yang memiliki minat di copywriting ini.

Gue gak akan membeberkan secara jelas tugasnya copywriter ini ngapain aja. Itu bisa didapat dari internet. Apalagi ilmu copywriting gue, yang tadinya minus sekarang mungkin baru mencapai titik nol. Harus belajar lagi.

Kalau mau disimpulkan dalam satu kalimat, apa yang gue pelajari dari magang di Lowe Indonesia ini adalah "Bersikap dan berpikiran terbuka untuk tahu lebih banyak tentang semua hal". Dengan tahu, kita bisa menghargai, entah itu menghargai ide yang tiba-tiba nongol di malam hari saat kita mau tidur dengan menulisnya, menghargai dan mendengarkan saran-saran AE (Account Executive), klien, dan semuanya. Dengan berpikiran terbuka, kita gak malu-malu untuk mendengar semua genre musik yang enggak kita banget misalnya dangdut, rock, sampai Arab disko yang bisa jadi inspirasi. Hal ini bukan cuma buat copywriter, art director atau orang-orang kreatif, tapi juga buat semua orang.

Lalu, selain copywriting, gue juga sadar bahwa mempelajari ilmu Psikologi itu penting. Hubungannya dengan advertising, dan copywriting adalah dengan mempelajari psikologi gue bisa tahu bagaimana caranya berbicara dengan Target Audiens, atau target orang untuk produk yang gue jualkan itu. Banyak banget yang harus dipelajarin, semoga gak malas.

Laluuu the best of the best nya adalah, akhirnya gue bisa membayangkan diri gue di masa depan nanti. Kalau dulu masih bingung kalau udah lulus kuliah gue bakalan jadi apaan, sekarang udah jelas bahwa di masa depan nanti, gue ingin menjadi seorang COPYWRITER.